Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Polres Jembrana Gelar Apel Kesiapan Operasi Ketupat Agung, Wibawa: Personel 265 yang Kami Terjunkan

Aparat Kepolisian Polres Jembrana menggelar apel kesiapan larangan mudik, yang berlaku pada Kamis 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Istimewa
Apel Gelar Pasukan di Gedung Olahraga Krisna Jvara, Jembrana, Bali, Rabu 5 Mei 2021 - Polres Jembrana Gelar Apel Kesiapan Operasi Ketupat Agung, Wibawa: Personel 265 yang Kami Terjunkan 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Aparat Kepolisian Polres Jembrana menggelar apel kesiapan larangan mudik, yang berlaku pada Kamis 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Dalam Operasi Ketupat Agung 2021 itu Polri akan melakukan penyekatan dan selektif untuk keluar masuknya baik penumpang dan barang melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Apel sendiri dipimpin oleh Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Rabu 5 Mei 2021.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, bahwa sesuai amanat Kapolri Jendral Lustiyo Sigit Prabowo, bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2021.

Baca juga: Polda Bali Kerahkan Bhabinkamtibmas Antisipasi Keamanan Rumah Kosong Ditinggal Mudik

Dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H.

Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.

"Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H," ucapnya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik.

Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto”.

Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, sambung Kapolres Ketut, bahwa pihaknya akan segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, dan pos lainnya.

Pertama yang dicek ialah pengawasan protokol kesehatan, mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif tes Covid-19 paling lambat 1x24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi, melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang, mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif.

Baca juga: Tindak Tegas Pelanggar Mudik, Polda Bali Kerahkan 1.750 Personel Saat Penyekatan

“Dan kami juga melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat. Personel 265 yang kami terjunkan. Kemudian di backup Brimob 30 personel di pos sekat,” bebernya. (*).

Kumpulan Artikel Jembrana

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved