Breaking News:

Suara Musik Bising Mengganggu Tetangga, Pemilik Kedai Kopi di Denpasar Didenda Rp 500 Ribu

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelanggar tersebut melanggar Perda nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Gambar oleh rahulsankraft dari Pixabay
Foto ilustrasi kopi hitam yang baru diseduh 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rabu, 5 Mei 2021, digelar sidang tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pelanggar Perda di Pengadilan Negeri Denpasar.

Pada sidang kali ini dihadirkan seorang pelanggar yakni seorang pemilik kedai kopi di kawasan Jalan Serma Made Pil Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelanggar tersebut melanggar Perda nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Dimana, suara musik dari kedai kopi ini membuat kebisingan sehingga dikeluhkan tetangga sekitar.

“Suara musik dari kedai tersebut dikeluhkan tetangga sekitar, cukup membuat bising. Dari laporan tersebut kami melakukan peninjauan ke lapangan dan ternyata benar, sehingga kami sidangkan hari ini,” kata Sayoga.

Sementara itu, untuk penunjang protokol kesehatan sudah memadai di kedai ini.

Begitu juga untuk kerumunan juga tidak ditemukan saat melakukan peninjauan ke lokasi.

“Protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik, hanya kebisingannya saja yang dikeluhkan warga sekitar,” katanya.

Sidang Tipiring di PN Denpasar
Sidang Tipiring di PN Denpasar (Satpol PP Kota Denpasar)

Sidang dengan Hakim Gede Putu Astawa dan panitera Ni Putu Dewi Rapia memutuskan menjatuhkan denda sebesar Rp 500 ribu kepada pemilik kedai kopi tersebut dengan subsider kurungan 14 hari.

Menurut Sayoga, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda.

“Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota Denpasar gencar melaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved