Mudik Lebaran 2021

Tindak Tegas Pelanggar Mudik, Polda Bali Kerahkan 1.750 Personel Saat Penyekatan

Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengerahkan 1.750 personel gabungan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021

Istimewa
Ilustrasi - Tindak Tegas Pelanggar Mudik, Polda Bali Kerahkan 1.750 Personel Saat Penyekatan 

Pihaknya menyerahkan kepada masing-masing Kapolres di Bali untuk memetakan jalur-jalur tikus dan operasi travel gelap.

"Jalur tikus tentunya kami menyerahkan kepada para Kapolres yang tahu wilayahnya masing-masing, dari 7 pos penyekatan itu memang sentral utama yang biasa dilakukan masyarakat berlalu lalang menuju tempat di mana keluar masuk pulau Bali," paparnya.

Bagi travel gelap jika didapati oleh petugas, maka bakal ditindak sesuai dengan undang-undang lalu lintas, di mana dapat dilakukan penahanan terhadap mobil yang kedapatan beroperasi menjadi travel gelap.

"Travel gelap Dir Lantas sudah melakukan antisipasi mengecek. Andaikata tidak dilengkapi surat, dikembalikan, dilarang melintas di Pulau Bali. Travel gelap ketangkap kita tilang sesuai pasal perundang-undangan, di beberapa Polda sudah ada yang menahan mobil," tutur Irjen Po Putu Jayan.

Sementara itu, bagi para wisatawan agar mematuhi prosedur yang berlaku sesuai dengan penerapan protokol kesehatan surat edaran Gubernur Bali dan sesuai ketentuan otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Wisatawan demikian, sesuai prosedur SE Gubernur, masuk wilayah Bali harus rapid antigen atau PCR, mekanisme keluar masuk Bali sesuai SE Gubernur tetap berlaku. Otoritas bandara juga dipastikan kesiapannya terkait masalah Prokes hingga pemeriksaan penumpang secara terpadu," ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol Indra menambahkan, total terdapat tujuh titik pos penyekatan mudik lebaran di wilayah Provinsi Bali.

"Pos penyekatan mudik total ada tujuh. Ada tambahan dua titik di Padang Bai dan Pejarakan Buleleng. Lima titik lain di simpang empat Masceti Gianyar, simpang tiga Umanyar Denpasar, simpang tiga Megati Tabanan, simpang Cekik Jembrana dan Yeh Malet perbatasan Karangasem Klungkung," papar Indra.

Baca juga: Menteri Tjahjo Kumolo Minta Masyarakat Laporkan ASN yang Nekat Mudik

"Setiap pos nanti ada 40-60 petugas gabungan dan beroperasi 24 jam secara shift. Bagi pelanggar jelas ada sanksi. Kami tidak ingin ada yang bermain-main masalah ini," katanya.

Sementara Satlantas Polres Badung meminta penumpang yang naik di bus untuk melengkapi diri dengan hasil pemeriksaan Covid-19.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi penumpukan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk.

Penumpang yang diwajibkan memiliki pemeriksaan Covid-19, baik itu rapid test, atau PCR dengan tujuan Pulau Jawa.

Pasalnya banyak di Pelabuhan Gilimanuk yang menumpuk akibat tidak membawa data pemeriksaan diri, meski di wilayah Pelabuhan terdapat tempat yang mengurus untuk pelaksanaan rapid tersebut.

“Jadi kami minta agar semua penumpang melengkapi diri dengan pemeriksaan Covid-19. Sebelum melengkapi itu bus saya tidak berikan jalan,” ujar Kasat Lantas Polres Badung AKP Aan Saputra SIK MH, Selasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved