Breaking News:

Sponsored Content

Agar Masyarakat Tak Salah Langkah untuk Investasi, OJK Adakan Seminar Cerdas Berinvestasi Saham

Edukasi berinvestasi saham yang bertajuk ‘Ngorte’ ini, turut menghadirkan beberapa narasumber yang kompetitif dalam bidangnya yakni, Djustini Septiana

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Acara Seminar Nasional Virtual OJK terkait Cerdas Berinvestasi Saham pada, Kamis (6 Mei 2021). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara adakan edukasi secara virtual bertajuk OJK Ngorte (Ngobrol Ringan dan Santai untuk Edukasi) pada, Kamis (6 Mei 2021) dengan tema Cerdas Berinvestasi Saham.

OJK menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dalam bidangnya yakni, Listyorini Dian Pratiwi selaku Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 1 (AVP) – BEI, serta Ellen May selaku Founder & CEO Emtrade.

Hadir sebagai Keynote Speaker Djustini Septiana, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I dan Opening Remarks oleh Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto.

Dalam sambutannya, Giri Tribroto menjelaskan Literasi Keuangan merupakan tingkat pemahaman suatu produk dari Lembaga Jasa Keuangan dan Inklusi Keuangan adalah penggunaan atau pemanfaatan dari produk jasa keuangan.

Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, OJK Tetapkan Kebijakan untuk Pelaku Usaha

Berdasarkan Survey Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) tahun 2019 indeks literasi keuangan nasional sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19%.

Sedangkan untuk di Provinsi Bali, tingkat literasi sebesar 38,06% dengan tingkat inklusi 92,91%.

Dalam Survei SNLKI 2019 didapatkan data indeks pengetahuan masyarakat terhadap sektor Pasar Modal hanya sebesar 13,97%.

Dengan rincian pengetahuan tentang Saham sebesar 10,02%, Reksa Dana sebesar 3,62%, dan Obligasi/Sukuk sebesar 1,62%. Giri memaparkan, Berdasarkan data statistik yang dihimpun oleh Bursa Efek Indonesia jumlah investor aktif di Indonesia sebanyak 206.000 pada bulan Desember 2020 lalu.

Dan menurutnya angka tersebut merupakan suatu peningkatan yang signifikan dibandingkan pada bulan Januari 2020, hanya sebanyak 51.000 investor.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved