Berita Bali

Ekonomi Bali Triwulan I-2021 Tercatat Tumbuh Negatif Sedalam -9,85 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat bahwa ekonomi Bali Triwulan I Tahun 2021 tercatat tumbuh negatif

Tribun Bali/Karsiani Putri
Tampilan screenshot acara Press Release Indikator Strategis Provinsi Bali, Rabu 5 Mei 2021 yang dilakukan secara live pada YouTube BPS Provinsi Bali - Ekonomi Bali Triwulan I-2021 Tercatat Tumbuh Negatif Sedalam -9,85 Persen 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat bahwa ekonomi Bali Triwulan I Tahun 2021 tercatat tumbuh negatif atau berkontraksi sedalam -9,85 persen.

Menurut Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya, terdapat catatan terkait beberapa kegiatan yang terjadi di periode Triwulan I Tahun 2021 tersebut.

Pertama, terkait dengan kondisi kepariwisataan yang di mana pandemi global Covid-19 berdampak signifikan pada tingkat kunjungan wisman ke Bali.

“Kedatangan wisman ke Bali tercatat mengalami penurunan baik secara q-to-q maupun y-on-y yang masing-masing sedalam -90,42 persen dan hampir 100 persen atau -99,99 persen. Dengan adanya kondisi ini dan masih belum pulihnya pariwisata Bali juga tercermin dari turunnya kedatangan penumpang domestik baik secara q-to-q sebanyak -43,23 persen maupun secara y-on-y sebanyak -69,36 persen,” ucap Hanif Yahya dalam acara press release Indikator Strategis Provinsi Bali, Rabu 5 Mei 2021.

Baca juga: Indef Tak Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Mencapai 5 Persen

Sementara, terkait rata-rata Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang turun cukup dalam, yaitu -19,74 persen secara q-to-q dan -76,75 persen secara y-on-y.

“Kondisi ini terkait dengan pariwisata yang terjadi atau yang kami catat selama Triwulan I yang tentu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya pemberlakukan PPKM Jawa- Bali diikuti PPKM Mikro, pembatasan kapasitas penumpang pada moda transportasi, penutupan operasional pelabuhan penyeberangan dan Bandara Udara di Bali selama Hari Raya Nyepi, serta penurunan volume ekspor impor luar negeri mempengaruhi penurunan aktivitas transportasi dan pergudangan selama Triwulan I Tahun 2021.

“Data ASDP mencatat penurunan volume kendaraan sebesar -20,94 persen secara q-to-q dan sebesar -45,72 persen secara y-on-y. Pada jalur angkutan udara secara q-to-q terjadi penurunan jumlah keberangkatan penumpang internasional sebanyak -14,06 persen dan keberangkatan penumpang domestik sebanyak -33,03 persen. Secara y-on-y terjadi penurunan keberangkatan penumpang internasional sebanyak -99,99 persen dan keberangkatan penumpang domestic sebanyak -70,85 persen,” jelasnya.

Hanif Yahya juga menyampaikan bahwa dari aspek Pemerintah, sebagaimana yang terjadi di setiap awal tahun anggaran, realisasi anggaran Pemerintah pada Triwulan I masih belum optimal, selain itu turunnya Pendapatan Asli Daerah (APD) di beberapa wilayah tentunya berdampak kepada alokasi anggaran.

Menurutnya, data realisasi belanja pegawai pemerintah daerah tercatat mengalami penurunan pada kisaran -41,03 persen secara q-to-q dan -15,98 persen secara y-on-y.

“Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan I secara q-to-q artinya dari Triwulan IV Tahun 2020 ke Triwulan I Tahun 2021 tercatat terkontraksi -5,24 persen. Kemudian secara y-on-y, pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksi -9,85 persen. Ini artinya nilainya masih negatif dan sementara dibandingkan dengan periode setahun lalu, angkanya juga masih di kisaran 9,85 persen,” ungkap Hanif Yahya.

Ia juga menyampaikan bahwa adapun total perekonomian Bali pada Triwulan I-2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 52,88 triliun.

“Atau jika diukur Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tahun 2010, PDRB Bali tersebut tercatat sebesar Rp 34,81 triliun,” sebutnya.

Baca juga: Pengamat Ekonomi dan Investasi Sebut Ekosistem Investasi Perlu Regulasi yang Jelas

Lalu dari sisi produksi, struktur ekonomi Bali pada Triwulan I-2021 masih didominasi oleh Kategori I atau Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tercatat berkontribusi sebesar 17,39 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tercatat pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga, yaitu 57,09 persen.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved