Breaking News:

Virus Corona

Jumlah Kasus Covid-19 Dunia 2 Pekan Terakhir Ini Lebih Banyak dari 6 Bulan Pertama

Tedros Ghebreyesus memperingatkan bahwa banyak negara di dunia kembali menghadapi situasi yang sangat rapuh menghadapi Covid-19.

AFP/FABRICE Coffrini
Direktur WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dia memperingatkan banyak negara di dunia kembali menghadapi situasi yang sangat rapuh dan kehabisan persediaan dasar rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM,JENEWA - Perkembangan terkini pandemi Covid-19 kurang menggembirakan.

Bayangkan jumlah kasus dalam dua pekan terakhir ini lebih banyak daripada enam bulan pertama pandemi.

Sebagaimana diberitakan media internasional, India dan beberapa negara lain menghadapi ledakan infeksi virus corona baru, yang kemungkinan akan menunda pemulihan dunia dari krisis mematikan virus Covid-19.

Ledakan kasus yang mencemaskan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir NY Daily News pada Selasa 4 Mei 2021.

Baca juga: Krisis Covid-19 di India Makin Parah, Kehabisan Vaksin dan Catat 3.689 Kematian dalam 24 Jam

Baca juga: Ditemukan di Bali dan Jakarta, Varian Baru Covid-19 dari India dan Afrika Sudah Masuk Indonesia

Tedros Ghebreyesus memperingatkan bahwa banyak negara di dunia kembali menghadapi situasi yang sangat rapuh dan kehabisan persediaan dasar rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.

Menurut data WHO, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia dalam dua minggu terakhir lebih tinggi dari total infeksi yang dikonfirmasi dalam enam bulan pertama pandemi tahun 2020.

India dan Brasil, yang mengalami hari-hari terburuk sejak pandemi dimulai, menyumbang lebih dari setengah kasus minggu lalu.

"Apa yang terjadi di India dan Brasil dapat terjadi di tempat lain kecuali kita semua mengambil tindakan pencegahan kesehatan masyarakat yang telah diserukan WHO sejak awal pandemi," kata Tedros Ghebreyesus kepada wartawan dalam jumpa pers di Jenewa.

Dia mengatakan, vaksin adalah "bagian dari jawaban", tetapi dia meminta negara-negara terkaya di dunia untuk memimpin upaya global membantu negara-negara dengan pasokan vaksin terbatas.

“Kami menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa kami atasi dengan solusi bersama. Berbagi sumber daya keuangan, berbagi dosis vaksin dan kapasitas produksi serta berbagi teknologi, pengetahuan, dan kebebasan intelektual,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved