Berita Badung

Satpol PP Badung Amankan Puluhan Pengemis yang Berkeliaran di Kuta dan Kuta Utara

"Indikasi pengemis sebanyak seperti ini mulai dari saat terjadi pandemi Covid-19, tetapi semakin banyak setelah hari raya Galungan

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pendataan terhadap puluhan gelandangan, pengemis, ataupun gepeng yang terjaring penertiban Satpol PP Badung sebelum diserahkan ke Dinas Sosial. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menerima berbagai laporan dari masyarakat di wilayah Badung banyaknya pengemis, gelandangan ataupun gepeng berkeliaran, Satpol PP Badung serentak hari ini melakukan penertiban di 5 Kecamatan yang ada di Badung.

"Indikasi pengemis sebanyak seperti ini mulai dari saat terjadi pandemi Covid-19, tetapi semakin banyak setelah hari raya Galungan.

Sebelum hari raya Galungan kita dapatkan sampai 120 orang yang menggelandang, menggepeng, mengasong," ujar Kasatpol PP Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara, Rabu 5 Mei 2021.

Hari ini serentak di 5 Kecamatan kita lakukan penertiban terhadap gelandangan, gepeng atau tukang asongan pinggir jalan dan kurang lebih sebanyak 50 orang terjaring.

Baca juga: Kapolres Badung Sweeping Lapas Kerobokan, Bali, Berikut Ini Barang yang Dirazia Polisi

"Di Kuta Selatan dilaporkan nihil, Abiansemal dan Mengwi juga nihil kita dapatkan mereka.

Yang baru kita dapatkan ini kurang lebih 50 orang ada di Kuta dan Kuta Utara," imbuhnya.

Kalau saat penertiban menjelang hari raya Galungan waktu itu di lima kecamatan yang ada di Badung semuanya kita dapatkan gelandangan, gepeng dan asongan.

Tetapi dalam penertiban kali ini di tiga kecamatan tidak ditemukan, hanya kita temukan di wilayah Kuta dan Kuta Utara.

"Bisa dibilang mayoritas 90 persen yang kita dapatkan itu mereka berasal dari Karangasem.

Ada yang sudah ditangkap dua sampai tiga kali mungkin dia merasa dengan meminta-minta di Badung gampang dapat uang. Tapi ada juga sebelumnya bekerja di Spa kemudian karena pandemi berhenti karena tempat dia kerja tutup kemudian meminta-minta," papar Suryanegara.

Kami harapkan masyarakat jangan terlalu iba kepada mereka karena pendapatan pengemis itu bisa jauh lebih besar jika dibandingkan gaji PNS, karena diam di lampu merah misalnya dapat Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu dalam per jam itu jauh lebih besar dibandingkan gaji pegawai negeri.

"Makanya kepada masyarakat diimbau jangan terlalu iba apalagi di bulan Ramadan ini mungkin berbagi kepada mereka dengan maksud baik, tapi dijadikan mata pencaharian oleh mereka," kata Suryanegara.

Kebanyakan dari mereka ini masih ada hubungan saudara dan tidak ada yang mengkoordinir mereka, tetapi informasi dari mulut ke mulut enak menggepeng di wilayah Kabupaten Badung jadi tertarik ikut.

Setelah dilakukan pendataan mereka akan dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Badung kemudian dilakukan pembinaan baru dikembalikan ke daerah asalnya.

Baca juga: Adu Jangkrik di Jalan Kalianget Blahkiuh Badung, Made Ramia Tergeletak dan Tewas di Tempat

Sedangkan orang luar Bali yang terjaring akan dilakukan Rapid Test Covid-19 sebelum dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk proses dikembalikan ke daerah asalnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved