Breaking News:

Berita Buleleng

Ditahan Setelah 3 Tahun Tersangka, Mantan Ketua BUMDes Pucaksari Buleleng Selewengkan Dana

Kejaksaan Negeri Buleleng akhirnya menahan mantan Ketua BUMDes Pucaksari, Kecamatan Busungbiu

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Jaksa saat melakukan penahanan terhadap Mantan Ketua BUMDes Pucaksari, Nyoman Jinarka Kamis 6 Mei 2021 siang - Ditahan Setelah 3 Tahun Tersangka, Mantan Ketua BUMDes Pucaksari Buleleng Selewengkan Dana 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Setelah tiga tahun menyandang status sebagai tersangka, Tim Penyidik Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Buleleng akhirnya menahan mantan Ketua BUMDes Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Nyoman Jinarka, Kamis 6 Mei 2021.

Dengan berpakaian rompi oranye, Jinarka digiring petugas kejaksaan naik ke dalam mobil tahanan, untuk selanjutnya dititipkan di Rutan Mapolres Buleleng, Bali.

Kasi Intel Kejari Buleleng, juga sebagai Humas Kejari Buleleng AA Jayalantara mengatakan, penyidik telah menetapkan Jinarka sebagai tersangka tiga tahun yang lalu, atas dugaan penyelewengan dana BUMDes sekitar Rp 250 juta.

Namun saat ditetapkan sebagai tersangka itu, penyidik tidak dapat langsung menahan lantaran masih menunggu hasil perhitungan dari tim audit.

Baca juga: Palsukan SPT Tahunan dan Rugikan Negara Rp 2,28 Miliar, IK Ditahan Kejari Denpasar

“Awalnya audit mau dilakukan oleh BPKP, namun hasilnya tidak turun-turun. Saking lamanya, akhirnya kami alihkan ke Inspektorat Buleleng, hingga akhirnya diketahui bahwa BUMDes Pucaksari mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta lebih. Setelah mendapatkan hasil audit itu lah kami baru bisa menahan yang bersangkutan,” terangnya.

Disinggung terkait modus, Jayalantara menyebutkan, Desa Pucaksari mendapatkan bantuan dana Gerbangsadu Rp 1,20 miliar dari Pemprov Bali beberapa tahun lalu.

Dana tersebut kemudian dikelola BUMDes yang saat itu diketuai oleh Nyoman Jinarka, untuk unit simpan pinjam dan unit toko.

Pada unit simpan pinjam itu lah, tersangka disinyalir menyelewengkan uang milik warga yang sejatinya diberikan untuk membayar cicilan pinjamannya.

Uang itu diambil oleh tersangka, untuk keperluan pribadinya.

Sementara di unit toko, tersangka mengambil beberapa barang, namun tidak pernah dibayar hingga akhirnya BUMDes itu pailit.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved