Breaking News:

Berita Buleleng

Polres Buleleng Bangun Lima Pos Sekat di Pintu Masuk untuk Mengawasi Para Pemudik

Polres Buleleng juga mendirikan pos pengamanan di titik-titik keramaian seperti di Pantai Lovina dan Terminal Banyuasri.

ISTIMEWA
Polres Buleleng membangun pos sekat di sejumlah pintu masuk Buleleng untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang mudik tahun ini. 

SINGARAJA, TRIBUN BALI – Untuk mengawasi masyarakat yang mudik saat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Polres Buleleng menambah lima pos sekat di pintu masuk Buleleng.

Dikonfirmasi Jumat 7 Mei 2021, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, lima pos sekat yang baru dibangun ini masing-masing berada di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada.

Para petugas yang bertugas di pos tersebut akan mencegah pemudik yang melintas di jalur Singaraja-Denpasar.

Selain itu pos sekat juga dibangun di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, untuk mencegah adanya pemudik yang lewati jalur Singaraja-Bangli.

Baca juga: Satpol PP Bali Terjunkan 10 Personel ke Pos Sekat Jembrana Amankan Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Antisipasi Mudik, Polres Buleleng Bangun Pos Sekat di Pejarakan

Pos sekat ketiga dibangun di Pelabuhan Sangsit, Kecamatan Sawan untuk mencegah adanya pemudik yang hendak berangkat atau datang dari Sapeken, Madura.

Sementara pos sekat keempat dibangun di Pelabuhan Celukan Bawang, dan pos kelima di wilayah Kecamatan Busungbiu, untuk mengantisipasi adanya pemudik yang datang atau berangkat ke Karangasem.

Selain pos sekat, Polres Buleleng juga mendirikan pos pengamanan di titik-titik keramaian seperti di Pantai Lovina dan Terminal Banyuasri.

Maksudnya agar pengawasan dapat dilakukan secara optimal, sehingga masyarakat dapat mematuhi aturan pemerintah yaitu tidak mudik pada 6-17 Mei 2021.

“Masing-masing pos sekat akan dijaga oleh 10 orang anggota polisi, serta petugas gabungan lain seperti Dishub Buleleng, Satpol PP dan BPBD Buleleng selama 24 jam penuh. Tentunya dengan sistem shift. Personel akan melakukan pemeriksaan dokumen kendaraan yang lewat,” kata Sumarjaya.

Sekda Buleleng yang juga i Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah pusat agar tidak melaksanakan mudik jelang maupun saat hari raya Idul Fitri.

Imbauan itu sudah ditegaskan oleh Bupati Buleleng melalui surat edaran yang disebar ke masing-masing kecamatan, tokoh adat dan agama, serta perkantoran.

“Tokoh adat dan agama kami harapkan bisa membantu mengedukasi agar masyarakat tidak mudik. Ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, terlebih Buleleng saat ini masuk dalam zona merah,” tandasnya.

Berita lainnya terkait Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved