Breaking News:

Berita Badung

CAS di Petang Badung Kosong, Perumda MGS Sebut Karena Produksi Petani Minus

CAS milik Pemkab Badung yang dikelola Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) belum bisa beroperasi maksimal

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Gedung CAS di Petang Badung yang digunakan untuk menyimpan dua komoditi jenis Bawang dan Cabai - CAS di Petang Badung Kosong, Perumda MGS Sebut Karena Produksi Petani Minus 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Keberadaan Controlled Atmosphere Storage (CAS) milik Pemkab Badung yang dikelola Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) belum bisa beroperasi maksimal.

Pasalnya sampai saat ini adanya CAS tersebut belum mampu mengatasi gejolak harga di pasaran.

Bahkan sebelumnya, harga cabai merah sempat tidak bisa dikendalikan hingga menyentuh harga sampai Rp 100 ribu lebih/kg.

Padahal pembangunan CAS tersebut bertujuan untuk menampung produksi cabai dan bawang ketika panen melimpah dan dikeluarkan apabila terjadi kenaikan harga.

Baca juga: Terkendala Anggaran, Pemkab Badung Tak Usulkan Pengadaan CPNS 2021

Direktur Utama Perumda MGS, Made Sukantra saat ditemui di Gedung Dewan, Badung, Bali, Jumat 7 Mei 2021, tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengaku gejolak harga yang terjadi lantaran hasil panen petani cabai dan bawang turun.

“Jadi karena hasil panen turun, kondisi ini pun berdampak pada stok kebutuhan yang disimpan di CAS,” ujarnya.

Pihaknya mengakui awalnya tujuan CAS adalah untuk menampung produksi cabai dan bawang ketika panen melimpah dan dikeluarkan apabila terjadi kenaikan harga.

Namun, belakangan ini produksi petani minus sehingga terjadi gejolak harga.

Kendati demikian pihaknya mengakui hasil produksi petani bisa terserap langsung ke masyarakat.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved