Breaking News:

Berita Bali

Geruduk DPRD Bali, GMNI Bali Minta Ketegasan Pembukaan Pariwisata Bali, Sebut Rakyat Sudah Lelah

Tidak kunjung dibukanya Bali bagi pariwisata internasional membuat gerah banyak pihak, tidak terkecuali kaum intelektual.

ist
Para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar yang menggeruduk DPRD Bali, Jumat 7 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tidak kunjung dibukanya Bali bagi pariwisata internasional membuat gerah banyak pihak, tidak terkecuali kaum intelektual.

Seperti yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar yang menggeruduk DPRD Bali, Jumat 7 Mei 2021.

Mereka menggeruduk DPRD Bali untuk mempertanyakan ketegasan sikap dewan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Lantaran menurut mereka banyak masyarakat utamanya yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata seakan tertipu atau PHP akibat tidak kunjung dibukanya pariwisata.

Tidak hanya itu, mereka juga datang untuk membahas terkait nasib buruh dan keberlangsungan ketahanan pangan di Bali.

Rakyat Bali Sudah Lelah, Geruduk DPRD, GMNI Minta Pariwisata Dibuka

Peringati Hari Buruh 1 Mei, GMNI Denpasar Harap Pembukaan Pariwisata Bali Segera Bisa Direalisasikan

Rombongan aktivis GMNI itu sendiri ditemui langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati alias Cok Asmara di ruang rapat gabungan DPRD Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Biro Hukum, Advokasi, dan Kajian Strategis, GMNI Denpasar, Daffa Daifullah menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya keseriusan pemerintah dalam membuat kebijakan yang membantu kebangkitan perekonomian Bali.

 Bahkan dari kebijakan sejak Covid-19 muncul belum ada langkah riil yang dilakukan untuk membantu pariwisata bangkit kembali.

"Menteri Pariwisata misalnya, membuat ada zona- zona hijau, itu bagian kebijakan pariwisata diharapkan akan kembali. Kami akan tetap memastikan jangan sampai kebijakan pariwisata sampai kepada masyarakat akan berbeda-beda," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak masyarakat Bali yang sudah lelah menunggu janji-janji pemerintah pusat untuk membuka pariwisata Bali.

Halaman
123
Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved