Breaking News:

Kabar Gembira, Tunggakan Insentif Nakes Bulan Desember 2020 Akan Cair Hari Ini

Dia tak menampik  ada persoalan terkait pemberian insentif bagi Nakes, khususnya di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet pada bulan Desember 2020

Editor: DionDBPutra
TRIBUNNEWS/LARASATI DYAH UTAMI
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dari Kemenkes dr. Trisa Wahyuni Putri pada konferensi pers terkait insentif Nakes, Jumat 7 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengabarkan bahwa tunggakan insentif tenaga kesehatan (Nakes) pada bulan Desember 2020 akan cair paling lambat Sabtu pagi 8 Mei 2021.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kesehatan dari Kemenkes dr. Trisa Wahyuni Putri pada konferensi pers, Jumat 7 Mei 2021.

“Sebentar lagi untuk yang Desember sudah bisa direalisasikan pada sore ini atau besok pagi paling lambat,” kata Trisa.

Baca juga: KPK Peringatkan Rumah Sakit Jangan Coba-coba Potong Insentif Nakes

Baca juga: Insentif Nakes Batal Dipotong, SK Menkeu Dianulir Setelah Diprotes Dokter dan Perawat

Dia tak menampik  ada persoalan terkait pemberian insentif bagi Nakes, khususnya di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet (RSDC) pada bulan Desember 2020.

Trisa menjelaskan sepanjang tahun 2020 sudah dilakukan pembayaran insentif sejak bulan Maret hingga bulan November 2020.  Dana yang sudah disalurkan lebih kurang Rp 63 miliar bagi relawan di RSDC selama 9 bulan.

Insentif bulan Desember 2020, secara aturan tidak bisa diberikan di bulan yang sama, sehingga baru bisa diberikannya di tahun 2021.

Untuk membayar tunggakan tahun 2020 harus melalui review BPKP yang saat ini sedang berjalan.  “Saat ini masih berjalan,” katanya.

Persetujuan BPKP tahap  pertama sebesar Rp 581 miliar dan tahap kedua sebesar Rp 231 miliar. Trisa informasikan bahwa tahap  kedua ada anggaran untuk membayar tunggakan bagi relawan RSDC pada bulan Desember 2020.

Sebelumnya anggaran tersebut diblokir oleh Kementerian Keuangan, karena harus melalui review untuk memastikan kebenarannya. Namun,   blokir itu sudah dibuka.

“Kita tidak boleh memakai sebelum direview kebenarannya. Alhamdulillah blokir sudah dibuka anggarannya dan sudah masuk di BPSDM. Kemarin pagi juga kami memproses untuk bisa dibayarkan,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved