Breaking News:

Berita Tabanan

Pansus VI Tabanan Usulkan DTW Dikelola Secara Mandiri, Terapkan Tiga Wajib Pajak

Pansus VI DPRD Tabanan yang menangani optimalisasi PAD dan Pendataan Aset Daerah kini tengah merancang rekomendasi yang akan diberikan kepada Bupati.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
DTW Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Pansus VI DPRD Tabanan yang menangani optimalisasi PAD dan Pendataan Aset Daerah kini tengah merancang rekomendasi yang akan diberikan kepada Bupati Tabanan.

Selain pendapatan dan aset daerah, pansus yang diketuai I Nyoman Arnawa ini juga mendorong manajemen daya tarik wisata (DTW) yang ada untuk melakukan pengelolaan secara mandiri.

Ini bertujuan agar pengelolaan daya tarik wisata di Tabanan lebih profesional dan kontribusi terhadap kas daerah justru lebih besar dan jelas. 

Sekretaris Pansus VI DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, dari tiga DTW potensial di Tabanan sepeti Tanah Lot dan Jatiluwih serta Ulundanu Beratan, kebetulan DTW Ulundanu Beratan, Di Kecamatan Baturiti ini di awal tahun ini sudah mulai melakukan pengelolaan secara mandiri.

Sehingga, yang sudah dikelola secara mandiri tidak lagi terikat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Kunjungan Wisatawan ke DTW Tanah Lot Anjlok, Pendapatan Dulu Rp 7 Miliar Sekarang Hanya Rp 350 Juta

Umanis Galungan Wisatawan Serbu DTW Tanah Lot Tabanan, Sehari Tembus 1.307 Wisatawan 

50 Orang Karyawan DTW Tanah Lot Tabanan Bali Mulai Vaksinasi, Persiapan Jadi Kawasan Zona Hijau

Melainkan, hanya terikat pada kewajiban untuk membayarkan tiga wajib pajak pada kas daerah. Yakni berupa pajak retribusi, parkir dan restoran. 

"Ternyata rasionya jauh lebih tinggi. Sehingga kami memandang DTW lain diharapkan mempertimbangkan hal ini. Mungkin bisa menerapkan seperti yang diterapkan di Ulundanu Beratan. Pemda tidak ikut campur. Sekalipun ada aset di sana. Jadi pengelolaannya profesional dan kontribusi ke daerah jelas," ungkap politikus asal Desa Batannyuh, Kecamatan Marga ini saat dikonfirmasi, Jumat 7 Mei 2021. 

Dia melanjutkan, pengelolaan tersebut sangat dimungkinkan dilakukan.

Sepanjang format kerja sama ditinjau ulang.

Sehingga, dengan begitu performa manajemen DTW akan jauh lebih profesional.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved