Corona di Indonesia

Rencana Pembukaan Destinasi Pariwisata Bintan, Batam dan Bali, SOP Prokes Sedang Disusun

Pariwisata Bali rencananya dibuka Juni – Juli 2021 ini. Saat ini pemerintah tengah Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan (pr

KSP
Deputi I Kantor Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta. Pemerintah tengah Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan (prokes) untuk proyek contoh pembukaan destinasi pariwisata di tiga titik lokasi di Indonesia, yaitu Bintan, Batam dan Bali (3B). 

TRIBUN-BALI.COM – Pariwisata Bali rencananya dibuka Juni – Juli 2021 ini.

Saat ini pemerintah tengah Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan (prokes) untuk proyek contoh pembukaan destinasi pariwisata di tiga titik lokasi di Indonesia, yaitu Bintan, Batam dan Bali (3B).

SOP prokes akan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga masyarakat.

Pemerintah ingin memastikan, kunjungan wisatawan tidak akan mengakibatkan masuknya varian virus baru dan menjamin para wisatawan dalam kondisi sehat.

"SOP protokol kesehatan akan melibatkan kerjasama dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta masyarakat," ungkap Deputi I Kantor Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat 7 Mei 2021.

Di Rapat Koordinasi yang diikuti Kemenlu, Kemenparekraf, Kemenkumham, Kemenkominfo, Kemenkes, BNPB dan Pemda, Febry merinci, SOP protokol kesehatan tersebut termasuk pengawasan pelaksanaan dan tracking/tracing wisatawan.

Dalam persiapan pelaksanaan pilot project 3B, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah saling berkoordinasi untuk menyiapkan destinasi yang akan dibuka.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Bali,Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 Pantau Aktivitas di 3 Wilayah

Kementerian Luar Negeri sudah menjalankan Travel Corridor Arrangement (TCA) yang merupakan koridor perjalanan untuk memfasilitasi perjalanan untuk keperluan bisnis, diplomatik dan perjalanan dinas, dengan RRT, Korea Selatan, Persatuan Emirat Arab dan Singapura.

Selain itu, lanjut Febry, Kementerian Hukum dan HAM sedang menyiapkan kebijakan untuk mendukung visa wisatawan, berupa revisi Permen Kumham nomor 26 tahun 2020. Kementerian Kesehatan mendukung percepatan vaksinasi baik pekerja parekraf maupun masyarakat khususnya pada lokasi pilot project 3B.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sedang menyiapkan super apps untuk tracing dan tracking berupa sinkronisasi sistem e-HAC di Kementerian Kesehatan dengan sistem PeduliLindungi.

Pemerintah menyadari adanya urgensi untuk segera menghidupkan kembali roda pariwisata di beberapa daerah tujuan wisata.

Oleh karena itu, pada saat ini, pemerintah sedang mengupayakan untuk menjalankan pilot project pembukaan destinasi pariwisata secara terbatas dan bertahap di 3B.

Ketiga daerah tersebut dipilih karena selain penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, juga sudah melalui proses verifikasi yang ketat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Untuk Bintan, nantinya akan difokuskan di daerah Lagoi, Batam di daerah Nongsa, dan Bali akan difokuskan pada Sanur, Nusa Dua dan Ubud.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Bali, bersama-sama memastikan kesiapan destinasi 3B melalui penerapan Clean Healthy Safety dan Environment (CHSE), protokol kesehatan yang ketat dan pengawasannya."Dengan berbagai persiapan itu, proses pilot project pembukaan destinasi pariwisata di daerah 3B dapat berjalan dengan baik, sehingga ekonomi masyarakat dapat bergerak lagi, tanpa melanggar penerapan protokol kesehatan," jelas Febry.

Febry menambahkan, melengkapi berbagai upaya yang ada, Pemerintah juga telah melakukan vaksinasi di daerah 3B dan sudah terlihat titik terang bahwa industri pariwisata akan rebound.

“Namun demikian, kita masih harus memperhatikan fluktuasi pandemi Covid yang terjadi baik di lokasi pariwisata maupun di lokasi negara asal wisatawan dan juga dunia internasional," pungkasnya.

Pembukaan Pariwisata Bali

Sebelumnya diberitakan, guideline dari Presiden Jokowi untuk bulan Juni-Juli akan buka pariwisata Bali untuk menerima kembali kunjungan wisatawan mancanegara tinggal menghitung hari.

"Juni-Juli ini kita menghitung hari, sudah H-72 kalau tidak salah. Kita tingkatkan kesiapan kita. Kemarin kita lakukan tindakan tegas untuk pelanggar protokol kesehatan. Dan kita tingkatkan pembahasan Travel Corridor Arrangement (TCA)," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno seusai menghadiri acara rebranding 3 hotel BUMN, di Inaya Putri Bali yang berubah nama menjadi Merusaka Nusa Dua, Kamis 8 April 2021 malam lalu.

Pada intinya, Sandiaga merasakan ada satu semangat baru, ada satu keinginan motivasi untuk bangkit bersama.

Dan harus didoakan semoga dengan keputusan meniadakan mudik Lebaran justru destinasi pariwisata-pariwisata saat ini dalam masa pemberlakuan PPKM Skala Mikro, mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat ini bisa membantu justru untuk mendenyutkan kembali ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Sandiaga menyampaikan pihaknya terus memantau kesiapan Bali untuk menerima kembali kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kita pantau terus, kesiapan Bali semakin membaik. Sanur, Ubud dan Nusa Dua adalah zona hijau. Per hari ini data yang saya terima bahwa kunjungan wisatawan nusantara sudah di atas 6 ribu. Berarti ini kita memasuki suatu zonasi atau periodisasi yang cukup menentukan," ungkap Sandiaga.

Karena dengan meningkatnya jumlah kunjungan ini merupakan latihan bagi kita untuk kesiapan menghadapi Juni-Juli.

Menurutnya, jangan sampai kita nanti tidak memiliki kesiapan.

"Oleh karena itu kunjungan yang meningkat dari wisatawan nusantara ini menjadi ajang kita untuk terus berbenah dan apa yang dilakukan teman-teman di Merusaka Nusa Dua ini patut kita apresiasi," kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, kita harus berpihak kepada, pertama, bagaimana kita menekan pandemi Covid-19 ini dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Kedua, pariwisata yang dilakukan dalam bingkai PPKM Skala Mikro dan dilakukan dengan penuh kedisiplinan dari segi testing, tracing dan treatment prinsipnya bisa dilanjutkan.

"Dan saya ingin mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang memastikan bahwa denyut nadi ekonomi masyarakat masih tetap bisa dirasakan. Dan itu adalah pesan dari Bapak Presiden juga, bahwa kita bersiap-siap memasuki era baru. Adaptasi kita harus kita tingkatkan," paparnya.

Dan pesan yang sangat jelas saya ingin disampaikan adalah bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif itu bukan bagian dari pada masalah dalam pandemi ini.

Tapi parekraf ini justru adalah lokomotif untuk keluar dari pandemi ini, tentunya dengan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.(*).

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Siapkan SOP Protokol Kesehatan Pembukaan Destinasi Wisata di Tiga Titik

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved