Breaking News:

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Penyakit Gagal Jantung, Begini Penjelasan dr Nyoman Wiryawan

Definisi dari gagal jantung sendiri adalah penurunan kemampuan jantung baik dalam memompa maupun menerima aliran darah.

Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Ilustrasi Foto Seseorang Mengalami Sakit Jantung 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Definisi dari gagal jantung sendiri adalah penurunan kemampuan jantung baik dalam memompa maupun menerima aliran darah.

Sehingga jumlah darah yang dipompakan seperti yang dikeluarkan oleh jantung tidak memenuhi kebutuhan metabolisme organ didalam jantung.

Definisi tersebut disampaikan langsung oleh dr Nyoman Wiryawan selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di RSUP Sanglah pada, Senin 10 Mei 2021. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, dengan adanya jumlah darah yang tidak cukup ke organ tersebut menyebabkan penurunan fungsi dari organ tubuh menjadi seperti efek domino. 

"Sementara kalau penyebab utama gagal jantung, tergantung bervariasi. Kalau yang dari dalam mungkin ada kelainan katupnya seperti penyakit jantung reumatik banyak di negara berkembang. Kemudian penyakit ototnya atau miokarditis, juga penyakit lainnya juga seperti jantung koroner," terangnya. 

Mulai Dari Sesak Nafas, Berikut Gejala Penurunan Fungsional Pada Penyakit Gagal Jantung

Waspada, Infeksi Virus Covid-19 Bisa Menyebabkan Gagal Jantung, Begini Prosesnya

Sementara jantung koroner merupakan itiologi nomor satu dari penyakit gagal jantung.

Sedangkan faktor luar penyebab penyakit gagal jantung memiliki beberapa riwayat penyakit seperti hipertensi umum, hipertensi pada kehamilan, kencing manis, tiroid, dan anemia.

Semua penyakit itu menyebabkan beban jantung meningkat sedangkan supply atau bank pemenuhan darah hanya sedikit, namun kebutuhan diluar jantung meningkat.

Sehingga terjadi suatu mix and match antara supply dan demand aliran darah. 

"Jika gagal jantung itu berlanjut, kalau gagal jantung bahasa awamnya payah jantung, itu sudah ada kerusakan organ yang kalau artinya sudah sampai ke payah jantung umunya obat sudah tidak bisa lagi stop karena sudah terjadi kerusakan organ. Terlebih jika gagal jantungnya sudah menurun pompanya, nantinya ada pemeriksaan dengan ultrasonografi jantung atau ekokardiografi itu yang melihat pompa jantung sudah menurun atau tidak, batasannya di bawah 40 sampai 50. Jika sudah diatas 50 masih normal," imbuhnya. 

Namun hal tersebut sebagai penanda, dimana jika sudah sampai pada tahap tersebut artinya sudah ada tahap dimana terdapat kerusakan disuatu organ, yang berikatan dengan jantung.

Jika sudah sampai pada tahap tersebut biasanya pasien tidak bisa lagi tanpa mengonsumsi obat. 

"Jadi kalau jantung tidak diperhatikan untuk mengalirkan darah, siapa yang akan alirkan darah. Karena jantung berfungsi untuk organ pompa," tutupnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved