Breaking News:

Berita Jembrana

Ini Kronologi Terbongkarnya Praktik Pembuatan Surat Rapid Test Palsu yang Diungkap Polres Jembrana

Terbongkarnya pembuatan surat rapid palsu ini, berawal dari polisi mencurigai surat yang ditunjukkan seorang sopir Travel bodong

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Tiga Tersangka ditunjukkan ke awak media dalam gelar siaran pers di Mapolres Jembrana, Senin 10 Mei 2021 sore hari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Polres Jembrana mencatat sudah dua kali berhasil membongkar praktik pembuatan surat Rapid test palsu.

Pada awal-awal pandemi dahulu dan saat ini pada Minggu 9 Mei 2021 kemarin.

Terbongkarnya pembuatan surat rapid palsu ini, berawal dari polisi mencurigai surat yang ditunjukkan seorang sopir Travel bodong.

Dari terbongkarnya praktik ini, tiga tersangka ditangkap.

Baca juga: Segel Bangunan Rumah Makan, Kasatpol PP Jembrana: Kami Pikirkan Dampak Lingkungannya

Mereka adalah Adi Sujarwo, 39 tahun, asal Lumajang Jawa Timur, Khoirul Anam, 28 tahun asal  Jember Jawa Timur dan Robi Hafid Hindawan asal Banyuwangi Jawa Timur.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, awalnya pada Minggu 9 Mei 2021, pihaknya dengan instansi lain, melaksanakan penjagaan untuk larangan mudik.

Saat berada di Pos Cekik sekitar pukul 01.00 Wita, tibalah sebuah mobil pribadi yang dikendarai tersangka Adi.

Sebelum menyuruh putar balik, polisi meminta surat hasil Rapid test negatif dan diberikan tujuh buah lembar.

Ke tujuh surat itu, cukup membuat polisi curiga meskipun ada stempel dari rumah sakit swasta. Akhirnya, sopir yang juga tersangka diminta untuk turun.

“Dari interogasi singkat, tersangka Adi akhirnya mengaku bahwa surat itu dibeli dari seseorang seharga Rp 50 ribu,” ucapnya, Senin 10 Mei 2021.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved