Breaking News:

Berita Buleleng

Koleksi Museum Soenda Ketjil Akan Ditambah, Pengurus Bidik Peninggalan Mr I Gusti Ketut Pudja

Dinas Kebudayaan Buleleng berencana menambah koleksi di Museum Soenda Ketjil, Eks Pelabuhan Buleleng, pada 2022 mendatang.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana Museum Soenda Ketjil, Buleleng, Bali, Senin 11 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dinas Kebudayaan Buleleng berencana menambah koleksi di Museum Soenda Ketjil, Eks Pelabuhan Buleleng, pada 2022 mendatang.

Salah satunya dengan melakukan penjajakan kepada keluarga atau ahli waris Mr I Gusti Ketut Pudja, mantan Gubernur Soenda Ketjil. 

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi Senin 10 Mei 2021 mengatakan, sejak museum itu didirikan pada 2018 lalu, koleksi yang dimiliki hanya berupa baju yang saat itu digunakan oleh Mr Pudja saat menjabat sebagai Gubernur Soenda Ketjil, mesin ketik, radio dan lukisan. 

Baca juga: Delapan Kecamatan di Buleleng Masuk Kategori Risiko Tinggi Bencana Tanah Longsor

Mengingat koleksi yang dimiliki sedikit, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pun diakui Dody meminta kepada pihaknya untuk menambah beberapa koleksi lagi, agar museum tersebut lebih terlihat menarik. 

Bila tidak ada halangan dan angggaran yang dimiliki tidak di-refocusing untuk  penanganan Covid-19, Dody menyebut, tahun 2022 mendatang, pihaknya akan menyediakan anggaran untuk menambah koleksi-koleksi di museum tersebut.

Sebab dengan penambahan koleksi ini, selain agar lebih terlihat menarik, museum juga dapat meraih akreditasi hingga memperoleh bantuan DAK Non Fisik dari Kemendikbud berupa biaya operasional untuk museum. 

Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Bus Bioskop Keliling Milik Kemendikbud Terguling di Gitgit Buleleng

"Saat ini Kabid Sejarah sedang mendekati ahli waris Mr Pudja baik yang ada di Jakarta dan di Sukasada, agar bisa menambah koleksi."

"Kalau misalnya pihak keluarga merasa jika barang peninggalannya sangat berharga sehingga tidak bisa dihibahkan, kami akan coba buat duplikatnya, misalnya seperti meja kerjanya, kursi dan tempat tidurnya," kata Dody. 

Selain menambah koleksi dari peninggalan Mr Pudja, Disbud juga akan mencari dokumen, barang atau cerita terkait sejarah Buleleng yang menjadi pusat Ibukota Bali, NTT dan NTB.

"Selama ini kami berpikir bahwa Soenda Ketjil itu tidak lepas dari Mr Pudja, sehingga kami selalu memburu barang-barang peninggalannya."

Baca juga: Satgas Desa di Buleleng Diminta Lebih Aktif Lakukan Pencegahan Covid-19, Agus: Tetap Disiplin

"Padahal sejarah Soenda Ketjil itu wilayah yang meliputi Bali NTT dan NTB. Keterkaitannya berupa dokumen, barang dan ceritanya akan kami gali, untuk ditayangkan di museum ini," jelasnya. 

Di samping menambah koleksi, tim dari Kemendikbud juga menyarankan pihaknya untuk mempekerjakan seorang kurator, agar koleksi-koleksi yang ada dapat dikelola dan dirawat dengan baik.

"Saat ini perhatian kami dan sumber daya yang ada, fokus untuk mencegah penularan Covid, sehingga tidak bisa berbuat banyak."

"Mudah-mudahan 2022 semua rencana rencana kerja yang dituangkan untuk Museum Soenda Ketjil ini bisa dilaksanakan," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved