Breaking News:

Berita Denpasar

Terima 400 Sertifikat Tanah Aset Pemkot Denpasar, Jaya Negara Minta Lahan untuk Pembuatan TPA

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima 400 sertifikat tanah aset Pemerintah Kota Denpasar yang diserahkan Kepala Badan Pertanahan Nasional

Humas Pemkot Denpasar
Penyerahan sertifikat tanah kepada Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima 400 sertifikat tanah aset Pemerintah Kota Denpasar yang diserahkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar, Ketut Ary Sucaya yang juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali,  Rudi Rubijaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya.

Penyerahan ini digelar di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Senin 10 Mei 2021.

Sertifikat tanah yang diserahkan merupakan tindak lanjut setelah tahapan administrasi, di mana 400 sertifikat tanah merupakan aset jalan yang dimiliki Pemerintah Kota Denpasar.

Baca juga: THR untuk 5.365 PNS Pemkot Denpasar Sudah Cair, Anggarannya Sejumlah Rp 25,2 Miliar

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas beberapa aset Pemkot Denpasar serta Provinsi Bali yang kiranya ke depan dapat digunakan sebagai lahan pengolahan sampah berbasis sumber yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan sertifikat ini akan mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah dalam pengelolaan aset daerah.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas komitmen BPN Denpasar yang terus mendukung Pemkot Denpasar menata aset yang dimiliki. Bukan hanya secara fisik namun sertifikat ini juga mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah di dalam pengelolaan aset daerah,” kata Jaya Negara.

Baca juga: Selama Dua Pekan, 15 Pelaku Kriminal Berhasil Diungkap Polresta Denpasar, Dominasi Kasus Curat

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara juga mengajak BPN untuk berkolaborasi menuntaskan permasalahan sampah.

Di mana Pemerintah Kota Denpasar sangat membutuhkan beberapa lahan di desa ataupun kelurahan untuk dijadikan lahan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dengan demikian diharapkan sinergi ini dapat memudahkan pemkot untuk mendata lahan kosong yang ada di Kota Denpasar untuk dimanfaatkan dalam pengelolaan dari hulu sehingga tidak semua sampah harus berakhir di TPA.

Baca juga: Ribuan Siswa Lulusan SD di Denpasar Tak Tertampung di SMP Negeri, Pendaftaran Mulai 18 Juni 2021

“Dengan dukungan berbagai pihak kita dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cepat dan tuntas. Ke depan dengan kita kerja bersama semua permasalahan bisa diselesaikan sesuai dengan konsep menyama braya untuk Denpasar Maju,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved