Breaking News:

Berita Tabanan

Rentan Timbulkan Trauma Berkepanjangan, KPPAD Bali Minta Korban Pencabulan di Tabanan Didampingi

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Bali akan secara tegas melakukan pendampingan bagi korban dan ibu korban sebagi pelapor kasus persetub

TRIBUNPEKANBARU
ilustrasi pencabulan pada anak di bawah umur - Rentan Timbulkan Trauma Berkepanjangan, KPPAD Bali Minta Korban Pencabulan di Tabanan Didampingi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Bali akan secara tegas melakukan pendampingan bagi korban dan ibu korban sebagi pelapor kasus persetubuhan anak di bawah umur di Tabanan.

Pihak kepolisian juga diminta untuk melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. 

Ketua KPPAD Bali, Anak Agung Sagung Ani Asmoro menyatakan, akan melakukan pendampingan terhadap korban dan ibu kandung korban pasca terjadinya kasus persetubuhan anak di bawah umur. 

"Yang pertama, tentu korbannya yang masih usia anak-anak ini perlu memperoleh pendampingan psikologi," kata Sagung Ani saat dikonfirmasi, Selasa 11 Mei 2021. 

Baca juga: Soal Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kepsek ke Siswinya, Kapolres Jembrana: Kami Masih Gelar Perkara

Dia melanjutkan, tujuan pendampingan ini adalah untuk mengantisipasi kejadian yang dialaminya akan menjadi trauma berkepanjangan hingga dewasa.

"Jangan salah, di usia anak-anak, memorinya kuat. Jadi kejadian di masa kecilnya bisa diingat sampai dewasa. Nah sekarang bagaimana agar si anak ini bisa terhindar dari trauma berkepanjangan," tegasnya. 

Mantan anggota DPRD Bali ini mengungkapkan, selain melakukan pendampingan, pihaknya juga meminta agar pihak kepolisian melakukan tes kejiwaan atau kesehatan mental terhadap pelaku. 

Baca juga: UPDATE: Kecurigaan Ibu Korban Muncul Karena Hal Ini, Begini Kronologi Kasus Pencabulan di Tabanan

"Jadi harus dicek juga si pelaku, kenapa sampai melakukan hal itu kepada anak-anak," sarannya. 

"Termasuk juga kesehatannya, apa dia juga punya penyakit menular yang bisa berpotensi menularkan ke anak itu (korban)," imbuhnya.

Nanti, proses pengawasannya akan dilakukan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tabanan.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved