Breaking News:

Berita Tabanan

Subak Piling Tabanan Gelar Nangluk Merana, Diharapkan Hama Tak Menyerang Tanaman Krama Subak

Sejebag krama subak Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan menggelar ritual nangluk merana, Selasa 11 Mei 2021 siang.

Tribun Bali/Made Prasetya Ariawan
Suasana saat pelaksanaan ritual nangluk merana di Subak Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa 11 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejebag krama subak Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan menggelar ritual nangluk merana, Selasa 11 Mei 2021 siang.

Ritual tersebut dilakukan dengan berkeliling berjalan kaki sejauh belasan kilometer mengitari seluruh wilayah Subak Piling.

Ritual ini bertujuan untuk mengusir merana (kerusakan) yang diakibatkan oleh hama tikus.

Menurut Pekaseh Subak Piling, I Ketut Rustana, ritual nangluk merana ini sebenarnya adalah ritual yang rutin dilaksanakan dalam tiga tahun sekali.

Dilaksanakan 6 Tahun Sekali, Nangluk Merana di Pantai Lebih Berjalan Lebih Kondusif Saat Pandemi

Nangluk Merana di Desa Adat Kuta, Digelar Sederhana dengan Penyamblehan 1 Kucit Butuan

Festival Tanah Lot Pentaskan Okokan Kolosal Nangluk Merana, Upaya Pulihkan Pariwisata Akibat Corona

Ritual ini sudah dilakukan oleh leluhur setempat atau dilaksanakan secara turun temurun. 

Dia menuturkan, sebenarnya pihak krama subak sudah menggelar ritual nangluk merana ini pada enam bulan yang lalu.

Namun karena kemungkinan masih adaa yang kurang dilaksanakan, sehingga dilaksanakan lagi pada hari ini.

Sebab, sebelumnya krama mendapat pawisik atau petunjuk ketika melakukan persembahyangan di Pura Pucak Kedaton. 

"Ini tiga tahunan sekali. Tapi sebelumnya ini sekitar 6 bulan sudah dilaksanakan ritual tahunan. Kemungkinan karena ada hal yang perlu dilengkapi lagi, kita laksanakan kembali," tutur Ketut Rustana saat dikonfirmasi, Selasa 11 Mei 2021.

Dia menceritakan, setelah mendapat pawisik tersebut, pihak Subak Piling langsung menggelar ritual nangluk merana. 

Pertama, nedunang ida sesuhunaan di Puncak Kedaton, Senin 10 Mei 2021.

Selanjutnya, krama menggelar pengider buana (keliling) di seluruh wilayah Subak Piling.

Keliling ini sekitar belasan kilometer, namun saat pelaksanaannya dilakukan secara bergantian setiap Pura Bedugul. 

Tangkal Virus Corona Lewat Niskala, Daerah di Bali Gelar Ritual Nangluk Merana Untuk Menolak Bala

Antisipasi Virus Corona, Pemda Karangasem Akan Menggelar Nangluk Merana

Setelah berjalan belasan kilometer, krama langsung nedunang ida bhatara di Pura Bale Agung. 

"Disini 150 hektare luasnya, dan pelaksanannya kita lakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Intinya harapannya kita agar hama tikus ini dan hama lainnya tidal menyerang tanaman yang ada di subak piling secara brutal," jelasnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved