Berita Klungkung

TPA Sente Kembali Terbakar, Seluruh Desa di Klungkung Diminta Percepat Realisasi TOSS Desa

"Musim Kemarau yang melanda belakangan ini ditambah dengan adanya gas metan yang dihasilkan oleh sampah mengakibatkan terjadinya kebakaran di hampir

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
tribun bali/Eka Mita Suputra
Suasana pemadaman api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Rabu 12 Mei 2021 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kebakaran sampah kembali terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Rabu 12 Mei 2021 pagi.

Kebakaran melanda TPA Sente yang kini sudah overload, mendapat atensi dari Pemkab Klungkung

Saat tiba dilokasi, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendapati sebuah armada Damkar bersama pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan tampak tengah berupaya memadamkan api.

"Musim Kemarau yang melanda belakangan ini ditambah dengan adanya gas metan yang dihasilkan oleh sampah mengakibatkan terjadinya kebakaran di hampir seluruh area TPA Sente.

Baca juga: Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Dua Kali, Seorang Oknum PNS di Klungkung Dipolisikan

Petugas Damkar Klungkung sejatinya sudah turun sejak Selasa kemarin, namun hanya menerjunkan satu armada saja sehingga mengakibatkan pemadaman kurang maksimal dan api belum bisa 100% dipadamkan.

Hari ini saya perintahkan Damkar untuk menerjunkan semua armadanya guna mempercepat proses pemadaman api, " ujar Bupati Suwirta.

Setelah berjibaku sejak pagi hingga siang pukul 13.00 akhirnya api bisa dipadamkan namun masih menghasilkan sedikit asap.

Lebih lanjut Bupati Suwirta menjelaskan, bawasannya setiap hari TPA Sente masih menampung sampah sebanyak 31 truk.

Sampah-sampah ini berasal dari pasar sebanyak 4 truk, residu TOSS  5 truk dan sampah dari desa 22 truk.

 Dan pihaknya juga mengakui, TOSS Center Karangdadi  baru mampu menuntaskan 20 truk sampah setiap hari.

Langkah kedepan, Bupati Suwirta mengaku akan membangun saluran penangkap gas metan yang dihasilkan sampah di TPA Sente untuk selanjutnya disalurkan ke warga sekitar sebagai bahan bakar kompor untuk memasak.

Selain itu akan mempercepat realisasi 100% TOSS desa.

Seluruh desa di Kabupaten Klungkung wajib mengolah sampahnya masing-masing dan seluruh warga baik rumah tangga, sekolah maupun perkantoran wajib memilah sampah sebelum diangkut petugas.

Pihaknya juga akan terus mengoptimalkan TOSS Center Karangdadi Kusamba, Kecamatan Dawan.

Baca juga: Wabup Klungkung Lirik Potensi Mata Air Pura Beji Dusun Jungut, Debit Air Sampai 19 Liter per Detik

"Untuk menuntaskan persoalan sampah yang tidak pernah usai, kita tidak bisa hanya mengandalkan dinas terkait, namun harus didukung oleh semua warga masyarakat dengan pemilahan sampah dari sumber nya. Baik itu rumah tangga, sekolah perkantoran dan Pasar.

Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Klungkung untuk mulai memilah sampahnya dari sumbernya sehingga sampah bisa diolah menjadi kompos dan bahkan bisa bernilai ekonomis."pungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved