Bali Paradise

Masakan Khas Negara, ke Jembrana Tak Lengkap jika Tak Menikmati Lawar Klungah

Bagi masyarakat Bali, ngelawar adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan ketika menyambut perayaan hari besar keagamaan.

SHUTTERSTOCK/PANDE PUTU HADI WIGUNA
Ilustrasi lawar 

Kemudian, setelah kelapa muda siap, warga akan mengupasnya dan mengambil pada bagian dalamnya.

Proses pengupasan ini membutuhkan waktu yang lumayan lama tergantung dengan jumlah kelapa muda. 

Baca juga: Termasuk Semur, 9 Kuliner Indonesia Ini Ternyata Diadaptasi dari Masakan Belanda

Setelah itu, warga biasanya langsung merebus daging kelapa muda tersebut dengan air mendidih.

Sembari menunggu matang, tukang lawar ini akan mempersiapkam bumbunya atau dikenal dengan basa genep. 

Ketika base genep sudah lengkap dan daging klungah sudah matang. Masyarakat kemudian metektekan atau memotong dengan ukuran yang sangat kecil.

Potongan tersebut kemudian dikumpulkan kemudian diperas untuk mengurangi kandungan air dalam kelapa muda tersebut. 

Setelah semua siap, adonan dicampur dengan bumbu.

Baca juga: Inovasi Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi, Bakso Mukbang di Denpasar Hidangkan Bakso Kelapa

Bagi mereka yang makan daging, akan dicampur daging secukupnya sesuai selera. 

Proses ngadonan lawar ini sangat unik, tak menggunakan sendok atau alat lainnya. Tukang lawar akan menggunakan tangan murninya karena mitos mengatakan "pang jaan, makane nganggon lima (tangan)". 

Setelah semua proses ini dilakukan, lawar klungah khas Kabupaten Jembrana ini siap dihidangkan dan disantap bersama-sama kerabat maupun keluarga. (*)

Berita lainnya Bali Paradise

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved