Breaking News:

Idul Fitri di Bali

Tradisi Ratusan Tahun, Megibung di Kampung Singaraja Tak Digelar karena Pandemi

Akibat pandemi Covid-19, Tradisi Megibung atau makan bersama yang biasa dilaksanakan oleh umat Muslim di Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Bulele

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga Kampung Singaraja tampak bergegas pulang seusai melaksanakan Shalat Id di Masjid Nurrahman. Warga terpaksa tidak menggelar tradisi megibung, lantaran harus menerapkan protokol kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Akibat pandemi Covid-19, Tradisi Megibung atau makan bersama yang biasa dilaksanakan oleh umat Muslim di Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Buleleng, Bali, setelah Shalat Id, pada tahun ini terpaksa tidak dilaksanakan.

Masyarakat memilih untuk tetap mematuhi aturan satgas, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan selama beribadah. 

Dari pantauan di lokasi, dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, umat Musim di Kampung Singaraja hanya melaksanakan Shalat Id di Masjid Nurrahman Usai shalat, mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing. 

Baca juga: 28 Narapidana di Rutan Kelas IIB Negara Dapat Remisi Hari Raya Idul Fitri

Sekretaris Takmir Masjid Nurrahman, Agus Murzani mengatakan, tradisi megibung telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh warga di Kampung Singaraja, sejak ratusan tahun yang lalu.

Tradisi ini digelar di halaman Masjid Nurrahman, setelah Shalat Id, dengan makna mensyukuri dan menikmati rezeki yang selama ini telah diberikan oleh Allah SWT.

Masing-masing kepala keluarga biasanya membawa satu kapar nasi berisi lauk pauk atas hati tulus dan ikhlas, untuk disantap bersama-sama.

Baca juga: Kumpulan Pantun Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Cocok Untuk Keluarga hingga Teman

Tradisi megibung ini bahkan sering dihadiri oleh Penglingsir Puri Buleleng, sebagai wujud menyame beraya. 

Namun karena adanya pandemi ini, sejak tahun lalu hingga saat ini, tradisi itu pun terpaksa tidak dilaksanakan.

"Tradisi ini kan tidak menjadi suatu kewajiban. Melihat situasi dan kondisi saat ini, di mana masih terjadi penularan Covid-19 kami memutuskan untuk tidak melaksanakan tradisi itu."

"Yang diutamakan saat ini hanya Shalat Id. Warga kami  juga sangat paham dengan kondisi saat ini," ucapnya. 

Baca juga: Liburan Panjang Idul Fitri, Satgas Covid-19 Denpasar Minta Masyarakat Tak Berkerumun di Pantai 

Sementara salah satu warga Kampung Singaraja, Aditya Al Badari mengaku sangat sedih,  tradisi megibung ini sudah dua kali tidak dilaksanakan.

Menurutnya, tradisi megibung sejatinya momen untuk berkumpul bersama warga, menyambut hari raya Idul Fitri.

"Karena ada pandemi, tradisi terpaksa ditiadakan. Cukup sedih sih, tapi kami tetap harus mematuhi protokol kesehatan, demi keselamatan kita bersama," ujarnya. (*)

Berita lainnya di Idul Fitri di Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved