Warung Sop Ikan Legendaris Mak Beng Sanur Tetap Jadi Andalan Meski Pandemi
Di momen lebaran kali, Agus Mahendra mengakui bahwa tidak ada peningkatan pengunjung yang signifikan ke Warung Mak Beng.
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 1941, I Putu Gede Wirya atau akrab disapa Nyoo Tik Gwan dan istrinya Ni Ketut Tjuki mendirikan warung yang menjual Sop Kepala Ikan dan Ikan Laut Goreng.
Warung inilah yang akhirnya kini dikenal dengan nama Warung Mak Beng. Warung legendaris di pantai Sanur.
Menu ikan laut goreng menjadi menu andalan di warung legendaris ini.
Ditambah dengab sop kepala ikan lautnya, menu favorit inilah yang membuat warung ini tetap eksis hingga hari ini.
"Keunikannya memang ada di sambal dan sopnya, " ujar Agus Mahendra, Owner Warung Mak Beng, Sabtu 15 Mei 2021.
Warung Mak Beng beralamat di Jalan Hang Tuah No.45, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali.
Lebih dari satu tahun pandemi melanda, Warung Mak Beng masih membuka operasionalnya.
Warung Mak Beng tentu terdampak dengan pandemi Covid-19, namun Mahendra mengungkapkan Warung Mak Beng tetap bertahan di tengah badai pandemi.
"[Iya tetap bertahan] dengan cara tetap menjaga standardisasi masakan"
Dikunjungi pada Sabtu 15 Mei 2021, Warung Mak Beng masih kedatangan pelanggan.
Ketika memasuki area warung, para pelayan akan mempersilahkan untuk mencuci tangan.
Selain itu, di kursi-kursi juga terlihat tanda "X" sebgai penunjuk untuk terus melakukan physical distancing.
Di tembok-tembok warung juga terpampang foto-foto yang menunjukan pelanggan setia Warung Mak Beng.
Hal ini menambah kesan vintage bagi warung tersebut.
Di momen lebaran kali, Agus Mahendra mengakui bahwa tidak ada peningkatan pengunjung yang signifikan ke Warung Mak Beng.
Hal ini disebabkan aturan pemerintah yang masih melakukan pembatasan akibat adanya pandemi covid-19.
"Kalau dulu itu sangat ramai sekali di momen liburan seperti sekarang ini," tandasnya.
Ia pun berharap pandemi segera pergi dan kondisi bisa cepat normal kembali. (*)