Israel

3 Kepala Negara di ASEAN Termasuk Presiden Joko Widodo Kecam Aksi Agresi Militer Israel ke Palestina

Langkah agresi militer Israel di wilayah Jalur Gaza, Palestina menuai kecaman dari tiga kepala negara di ASEAN termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo

Editor: Ady Sucipto
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Suhu politik di Timur Tengah kian bergolak setelah pecahnya konflik antara Israel dengan Palestina baru-baru ini.

Langkah agresi militer Israel di wilayah Jalur Gaza, Palestina menuai kecaman dari tiga kepala negara di ASEAN termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo, Minggu 16 Mei 2021.

Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menyampaikan pernyataan resmi dan mengecam keras aksi agresi Israel terhadap wilayah Palestina.

Ketiga kepala pemerintahan di kawasan ASEAN tersebut mengutuk keras aksi serangan tentara Israel yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.  

Mengutip dari Tribunnews.com, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 150 jiwa yang termasuk wanita dan anak-anak di Palestina.

“Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak,” tulis pernyataan bersama 3 kepala negara yang diunggah Presiden Jokowi di twitter.

Ketiga pemimpin negara tersebut juga sangat prihatin dengan perluasan pemukiman ilegal dan penghancuran dan penyitaan bangunan milik Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

RI, Malaysia dan Brunei mengutuk pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia, yang dilakukan oleh Israel, melalui kebijakan yang tidak manusiawi, kolonial, dan apartheid terhadap orang-orang Palestina di Wilayah Pendudukan Palestina.

Baca juga: Ribuan Buruh Turun ke Jalan Besok untuk Menyatakan Solidaritas bagi Palestina

Baca juga: UPDATE Konflik Israel Palestina: Ketika Iran Dituding Bantu Hamas dan Negara-negara Arab Justru Diam

Oleh karena itu ketiga pemimpin negara menyerukan segera dan tindakan kolektif yang bertanggung jawab untuk memastikan akuntabilitas yang diperlukan atas pelanggaran tersebut.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghentikan serangan terhadap warga sipil, untuk mengambil langkah-langkah dalam meredakan situasi dan untuk menegakkan hukum dan ketertiban internasional,” tulis pernyataan itu.

Baca juga: Joe Biden Telepon Presiden Palestina, Hamas Sudah Luncurkan 2.300 Roket ke Israel sejak 10 Mei

Baca juga: Dua Pemain Leicester City yang Kibarkan Bendera Palestina Didenda Rp 60 Juta

RI, Malaysia dan Brunei juga mendesak kedua belah pihak untuk menerima kehadiran internasional sementara di Kota Al-Quds, untuk memantau penghentian permusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina.

Katiga negara juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera bertindak dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menjamin keselamatan dan perlindungan warga sipil Palestina di seluruh Wilayah Penduduk Palestina.

Serta mengingatkan komunitas internasional, dan khususnya DK PBB bertanggung jawab untuk menyerukan penghentian semua kekerasan, dan memenuhi kewajibannya untuk menegakkan perdamaian internasional.

“Kami meminta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadakan sesi darurat untuk membahas perkembangan yang parah dan menghasilkan Persatuan untuk Resolusi Perdamaian dengan tujuan untuk mengakhiri kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” tulisnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved