Breaking News:

Berita Bali

Diduga Cabuli Murid Lesnya di Bali, Oknum Pensiunan Guru Ini Mohon Keringanan Hukuman

Oknum pensiunan guru yang diduga mencabuli murid lesnya yang masih di bawah umur, I Nyoman S (67) telah mengajukan nota pembelaan

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Candra
Dewi Maria Wulandari bersama rekannya dari PBH Peradi Denpasar saat mendampingi kliennya di persidangan yang digelar secara daring di PN Denpasar - Diduga Cabuli Murid Lesnya yang Masih di Bawah Umur, Sampaikan Pembelaan, Oknum Pensiunan Guru Mohon Keringanan Hukuman 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Oknum pensiunan guru yang diduga mencabuli murid lesnya yang masih di bawah umur, I Nyoman S (67) telah mengajukan nota pembelaan (pledoi).

Dalam pembelaan yang disampaikan tim penasihat hukumnya, terdakwa memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar agar dijatuhi hukuman ringan.

Pembelaan diajukan terdakwa melalui penasihat hukumnya, menanggapi tuntutan pidana penjara selama 12 tahun yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Pembelaan sudah kami bacakan dalam sidang yang digelar secara daring dan tertutup untuk umum. Pada intinya kami memohon kepada majelis hakim menjatuhkan putusan seringannya terhadap terdakwa," papar Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum, Senin 17 Mei 2021.

Baca juga: Rentan Timbulkan Trauma Berkepanjangan, KPPAD Bali Minta Korban Pencabulan di Tabanan Didampingi

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengatakan, sejumlah pertimbangan diuraikan dalam nota pembelaannya.

"Terdakwa mengakui perbuatannya karena khilaf. Terdakwa beritikad baik telah meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Terdakwa adalah kepala keluarga masih mempunyai tanggungan. Terdakwa telah berjasa menjadi guru selama puluhan tahun," paparnya.

Diketahui, JPU Widyaningsih menuntut terdakwa Nyoman S dengan pidana penjara selama 12 tahun, dan pidana denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan penjara.

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul.

Oleh karena itu Nyoman S dianggap melanggar Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo. Pasal 76 E UU No. 35 Tahun 2014 tentang Tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, diungkap dalam berkas perkara, bahwa terdakwa I Nyoman S diduga melakukan pencabulan terhadap anak korban inisial AKP yang masih di bawah umur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved