Breaking News:

Serba Serbi

Ini Kaitan Panca Sradha Serta Catur Purusa Artha dengan Moksa dalam Agama Hindu

Adapun bagian Panca Sradha adalah, Brahman yakni percaya dengan adanya Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
proses reinkarnasi 

"Bahkan apabila ada umat Hindu yang meninggal dunia, maka umat yang masih hidup akan mengirim ucapan belasungkawa," kata ida.

Ucapan tersebut, selalu mengharapkan roh atau atman yang telah meninggal dapat mencapai moksa, atau bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ucapan itu, adalah 'Amor ing Acintya' atau bersatu dengan Tuhan.

"Apabila membayangkan hal tersebut, maka untuk mencapai moksa prosesnya sangat rumit. Dan sepertinya mustahil dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam," ujar ida.

Padahal tujuan hidup dalam agama Hindu adalah moksa.

Baca juga: Mengenal Perkawinan Menurut Hindu Bali, Minimal Harus Mabyakala: Mapadik, Ngerorod, hingga Nyentana

Namun kenyataannya, dalam kehidupan kemasyarakatan Hindu di Bali.

Secara tidak disadari sebenarnya konsep harapan mencapai moksa tersebut telah diwujudkan dalam simbol-simbol tata cara pelaksanaan agama Hindu di Bali.

Semisal dengan adanya palinggih Kamulan, atau Rong Tiga.

Di setiap sanggah dan pamerajan masyarakat. Kemudian ada konsep nilapati, yang dilakukan umat Hindu di Bali setelah upacara Atma Pratistha (nyekah atau mamukur).

"Sesungguhnya pelaksanaan upacara dak upakara ini berkaitan erat dengan kepercayaan Hindu yakni Panca Sradha dan Catur Purusartha," sebut beliau.

Untuk itulah moksa disebut sebagai tujuan akhir umat Hindu. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved