Serba Serbi
Nawa Natya, Sembilan Kemampuan yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin
seorang raja patut memilih orang sebagai pembantunya yang memenuhi 9 macam kriteria sesuai isi lontar Nawa Natya.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nawa Natya, adalah sembilan macam kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin di dalam memilih pembantunya atau para menterinya pada era monarki atau era saat ini.
Ajaran ini, termuat dalam lontar Nawa Natya.
Disebutkan bahwa seorang raja harus memiliki suatu kebijaksanaan.
Hal ini diumpamakan, bagai memilih segunung bibir bunga yang akan ditanam pada sebuah taman.
Baca juga: Ini Kaitan Panca Sradha Serta Catur Purusa Artha dengan Moksa dalam Agama Hindu
Hendaknya dipilih bibit bunga yang harum baunya, indah warnanya, tidak cepat layu, serta mempunyai manfaat utama. Yakni memberikan kepuasan bagi yang melihat atau memakainya.
Demikian pula seorang raja, dalam memilih orang yang akan membantunya.
Untuk itulah, seorang raja patut memilih orang sebagai pembantunya yang memenuhi 9 macam kriteria sesuai isi lontar Nawa Natya.
Diantaranya, Pradnya Nidagda, artinya bijaksana dan mahir dalam berbagai ilmu. Sehingga akan menjadi orang yang bijaksana dan teguh dalam pendirian.
Kemudian, Wira Sarwa Yudha. Yaitu pemberani dan pantang menyerah dalam segala peperangan. Atau pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Para Martha, adalah memiliki sifat mulia dan luhur.
Dhirotsaha, artinya tekun dan ulet dalam menyukseskan berbagai pekerjaan.
Ada pula Pragivakya, pandai berbicara di depan umum atau berdiplomasi.
Sama Upaya, artinya selalu setia kepada janji yang pernah diucapkan.
Laghawangartha, tidak bersifat pamrih atau lobha terhadap harta benda.
Baca juga: Mengenal Nitisastra dalam Hindu, Ajaran atau Ilmu Pengetahuan tentang Kehidupan Bernegara
Wruh Ring Sarwa Bastra, artinya pintar dan bijaksana dalam mengatasi segala kerusuhan yang terjadi.
Wiweka yang artinya bisa membedakan yang salah dan benar.
Kesembilan sifat ini penting dimiliki oleh seorang pemimpin.
Sehingga mampu membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya. (*)
Artikel lainnya di Serba Serbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/naskah-proklamasi.jpg)