Berita Tabanan

Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Tabanan, Bisa Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam

dengan adanya akses ini, jarak tempuh masyarakat dari Kecamatan Selemadeg Barat ini akan lebih cepat 1,5 jam ke Kota Tabanan.

istimewa
Suasana saat warga melakukan gotong royong pembetonan jalan penghubung Kecamatan Selemadeg Barat dengan Kecamatan Pupuan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM,  TABANAN - Masyarakat beberapa desa di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat sedang menunggu realisasi pembangunan jembatan skala besar penghubung Desa Belimbing-Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Pembangunan jembatan yang rencananya memiliki panjang 40 meter dengan lebar sekitar 4-5 meter akan memudahkan akses beberapa desa di dua kecamatan ini.

Bahkan, dengan adanya akses ini, jarak tempuh masyarakat dari Kecamatan Selemadeg Barat ini akan lebih cepat 1,5 jam ke Kota Tabanan.

Sedangkan saat ini masyarakat di sana harus menempuh waktu 3 jam untuk sampai di Kota Tabanan.

Baca juga: UPDATE: Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Dibawah Umur Dilimpahkan ke Unit PPA Polres Tabanan

Jembatan ini akan menghubungkan mulai dari Desa Mundeh Kangin Kecamatan Selemadeg Barat, Desa Jelijih Punggang hingga Desa Kebon Padangan Kecamatan Pupuan.

"Iya ada rencana pembangunan jembatan itu sebagai penghubung antara Kecamatan Selemadeg Barat-Pupuan. Bahkan beberapa desa perwakilan sudah memohon ke Gubernur untuk membantu pembangunannya tersebut," kata Anggota DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, Senin 17 Mei 2021.

Menurut politikus asal Kecamatan Pupuan ini, pembangunan jembatan yang termasuk skala besar ini sangat penting direalisasikan.

Sebab, akan menjadi jalan penghubung dua kecamatan atau setidaknya 6 desa.

Kemudian juga yang terpenting adalah jarak tempuh masyarakat menuju Kota Tabanan yang semula 3 jam menjadi 1,5 jam.

Selain itu nantinya juga akan membantu akses membawa hasil pertanian masyarakat dan lainnya juga.

"Jadi kalau lewat Belimbing sampai kota hanya 1,5 jam," katanya.

Disinggung mengenai pembangunannya, Omardani menyatakan, yang jelas untuk pembangunannya telah direspons oleh Gubernur Bali.

Hal teknisnya nanti akan dilakukan oleh Dinas PU Provinsi Bali.

Artinya desain serta rencana anggaran ada di provinsi.

Baca juga: Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, I Wayan N Dilaporkan ke Polsek Selemadeg Barat Tabanan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved