Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Israel

Israel Kaya Raya dan Sektor Pertaniannya Paling Maju di Dunia, Mengapa?

Walau demikian secara ekonomi negara itu tergolong kaya raya ditopang sektor industti dan pertanian paling maju di dunia.

Editor: DionDBPutra
Pixabay/Jorono
Bendera Israel. Selain industri manufaktur, sektor pertanian di Israel termasuk yang paling maju di dunia dengan produktivitas lahan yang sangat tinggi karena memanfaatkan teknologi. 

TRIBUN-BALI.COM - Israel merupakan negara di dunia yang paling sering dilanda perang hingga saat ini.

Walau demikian secara ekonomi negara itu tergolong kaya raya ditopang sektor industti dan pertanian paling maju di dunia.

Tidak hanya Palestina yang menjadi musuh Israel. Israel memiliki riwayat perselisihan dengan negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah. Akar konflik memiliki sejarah panjang dan berliku.

Negara Israel berdiri pada 14 Mei 1948 di atas wilayah yang saat ini disebut sebagai Palestina setelah Inggris hengkang dari wilayah tersebut.

Baca juga: Biografi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Baca juga: Konflik Israel Palestina Terkini: Jalur Gaza Kembali Dibombardir, Terowongan Militan Hamas Hancur

Secara ekonomi, Israel merupakan negara Tengah yang industrinya, terutama industri manufaktur, relatif paling maju sejak 1970-an, saat negara-negara Arab masih mengandalkan sumber uang dari minyak.

Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Israel, kemajuan industri di negara itu tak lepas dari banyaknya tenaga ahli yang melakukan eksodus dari Eropa selama pecah Perang Dunia II untuk menghindari persekusi.

Sampai tahun 1970-an, industri yang sudah berkembang pesat di Israel antara lain pupuk, pestisida, farmasi, bahan kimia, plastik, dan logam berat.

Pada tahun 2008, negara itu sudah memiliki industri manufaktur dengan jumlah pekerja mancapai 384.000 orang, sebagian besar merupakan pekerja terampil.

Meski punya keterbatasan wilayah, a tahun 2008, Israel sudah memiliki 11.000 pabrik yang menghasilkan 58 miliar dolar AS, dan separuhnya diekspor ke seluruh dunia.

Selain industri manufaktur, sektor pertanian di Israel termasuk yang paling maju di dunia dengan produktivitas lahan yang sangat tinggi karena memanfaatkan teknologi tinggi.

Israel merupakan satu di antara negara pengekspor alat-alat pertanian dan peternakan canggih terbesar secara global.

Perusahaan teknologi Israel tumbuh sangat subur. Tahun 1980-an, banyak orang yang bekerja di Silicon Valley Amerika Serikat (AS) bermigrasi ke Israel.

Meski telah tinggal di Israel, warga Yahudi ini mendirikan pusat-pusat penelitian dan pengembangan untuk perusahaan-perusahaan teknologi AS, seperti Microsoft, IBM, dan Intel.

Pada tahun 1990-an, para insinyur terampil juga berdatangan dari negara-negara bekas Uni Soviet sehinga membuat negara itu semakin diberkati dengan kelimpahan sumber saya manusia terampil.

10 Besar Dunia

Negara Israel mencatatkan pertumbuhan industri teknologi sebesar 8 persen per tahun.

Perusahaan-perusahaan baru di sektor teknologi terus bermunculan bak jamur pada musim hujan.

Kondisi ini membuat ranking penelitian dan pengembangan (R&D) Israel selalu menempati peringkat 10 besar dunia.

Sektor teknologi yang sebelumnya hanya menyumbang sebesar 37 persen dari produk industri meningkat menjadi 58 persen di tahun 1985, dan kembali meningkat jadi 70 persen tahun 2006.

Hampir 80 persen produk berteknologi diekspor ke luar. Ekspor produk teknologi asal Israel meningkat empat kali lipat dari 3 miliar dolar AS tahun 1991 menjadi 12,3 miliar dolar AS tahun 2000, lalu menjadi 29 miliar dolar AS di tahun 2006.

Negara itu menerima banyak pendanaan untuk pengembangan riset dan teknologi dari negara lain, seperti AS, Kanada, Italia, Austria, Prancis, Irlandia, Belanda, Spanyol, China, Turki, India, dan Jerman.

Banyaknya perusahaan besar di bidang teknologi tentu menyumbang pemasukan besar untuk Israel dari sisi pajak, sumber devisa, ataupun penyerapan tenaga kerja.

Hal ini belum termasuk royalti dari paten-paten yang dibuat di perusahaan Israel. PDB Dikutip dari data Bank Dunia, total produk domestik bruto (PDB) Israel pada tahun 2019 tercatat sebesar 394,65 miliar dolar AS.

Sebagai perbandingan, Indonesia di tahun yang sama mencatatkan PDB sebesar 1,12 triliun dolar AS.

Walau begitu, jika diukur dari jumlah penduduknya, pendapatan per kapita Israel tahun 2019 sebesar 43.588 dolar AS.

Indonesia di tahun 2019 mencatatkan pendapatan per kapita sebesar 4.135 dolar AS, jauh di bawah Israel.

Sementara jika dibandingkan negara-negara tetangganya, Israel juga unggul telak.

Pada 2019, berturut-turut jumlah PDB Yordania sebesar 44,53 miliar dolar AS dengan pendapatan per kapita 4.405 dolar AS, dan Mesir 303,09 miliar dolar AS dengan pendapatan per kapita 3.019 dolar AS.

Berikutnya, Arab Saudi 792,96 miliar dolar AS dan pendapatan per kapitanya sebesar 23.139 dolar AS.

Negara maju biasanya memiliki pendapatan per kapita di atas 30.000 dolar AS.

Namun, pendapatan per kapita juga bukan standar tunggal sebuah negara dikatakan sebagai negara maju atau berkembang.

Beberapa faktor pengukur lainnya antara lain ketersediaan infrastruktur, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, angka buta huruf, serta tingkat kematian ibu dan bayi.

Berita lainnya tentang Israel

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Israel Begitu Kaya Raya?

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved