Breaking News:

Kapal Selam Hilang Kontak

TNI AL Masih Investigasi Dugaan Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Dugaan penyebab dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam di utara perairan Bali pada 25 April 2021 investigasi masih dilakukan.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pangkoarmada II bersama Atase Tiongkok sampaikan informasi terkini hasil pencarian dan evakuasi KRI Nanggala-402 - TNI AL Dibantu Kapal China Berhasil Angkat Liferaft dan Komponen Kecil Lainnya dari KRI Nanggala-402 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dugaan penyebab dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam di utara perairan Bali pada 25 April 2021 lalu hingga saat proses investigasi masih dilakukan oleh TNI AL.

Namun karena Alutsista seperti Kapal Selam tidak memiliki black box atau kotak hitam seperti pesawat terbang sehingga proses investigasi dugaan penyebab dilakukan secara penelitian dan menunggu badan kapal diangkat.

"Kami pun orang-orang kapal selam meneliti, dan tidak hanya orang kapal selam yang masih aktif tapi kami pun berkomunikasi dan koordinasi dengan senior-senior kami atau sesepuh kapal selam korp hiu kencana. Kira-kira apa yang sebenarnya jadi penyebabnya," ujar Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, saat konferensi pers di Mako Lanal Denpasar, Selasa 18 Mei 2021.

Dua alat keselamatan KRI Nanggala-402 yang dimiliki yakni alat hembus tangki pemberat pokok enam buah dengan 60 bar dan tangki tahan tekan yang isinya lebib dari 2ribu liter air dibebani dengan tekanan udara 30 bar tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Sehingga menurut Pangkoarmada II, ada sesuatu hal lain yang menyebabkan kapal selam tersebut tenggelam.

Bagian Badan Tekan KRI Nanggala 402 Diduga Berada di Dalam Kawah Dasar Laut

BREAKING NEWS: Liferaft dan Komponen Lainnya dari KRI Nanggala 402 Berhasil Diangkat

Kecanggihan Kapal Angkatan Laut China yang Bantu Evakuasi Kapal Nanggala 402

"Mungkin ada satu hal yang lain. Saya sampaikan mungkin, karena saya pun selaku pribadi pengawak kapal selam masih tidak tahu ap penyebabnya. Mungkinkah internal wave, bisa juga yang lain. Kami juga belum tahu," jelasnya.

Kepala Staf Angkatan Laut sudah menerjunkan tim investigasi dari Mabes AL dan sejak beberapa hari yang lalu sudah melaksanakan tugasnya.

Dengan kondisi badan haluan, anjungan, buritan dan bagian lainnya ditemukan terpisah serta lokasinya berjauhan itu menandakan bahwa kapal selam tersebut jatuh dengan cepat.

"Saya sampai sekarang pun masih mempelajari mengapakah di kedalaman 839 meter terhadap pecahan-pecahan yang ada itu seharusnya muncul di permukaan. Tapi ini tidak ada yang muncul di permukaan. Tapi yang jelas inilah yang kami temukan disekitar lokasi jatuhnya kapal," imbuhnya.

Sebelumnya pernah saya sampaikan bahwa kapal selam di dunia itu maksimal 500 meter untuk posisi tidak diizinkan menyelam lagi, kalau lebih dari 500 meter akan mengalami deformasi.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved