Breaking News:

Berita Buleleng

Lahan 1,7 Hektare di Desa Julah Buleleng Disengketakan hingga Mahkamah Agung,Begini Duduk Perkaranya

Hal ini menyusul kasus sengketa tanah Desa Pakraman Julah Buleleng Nomor  18/G/PTUN-DPS dan 19/G./2020./PTUN-DPS di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kelian Desa Adat Julah, Buleleng, Ketut Sidemen bersama perwakilan warga memperjuangkan hak atas tanah bersama tim advokat di Renon, Denpasar, Bali, Rabu 12 Mei 2021. 

Untuk mencari kekuatan hukum tetapnya, Budi Hartawan mengatakan inilah perlu ada keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh kuasa hukumnya desa adat maupun BPN itu memberikan keterangan, bahwa itu sudah sah milik desa adat.

“Itu keliru, berarti dia harus banyak belajar tentang hukum Tata Negara dan Tata Administrasi Negara. Apa yang di sambut dengan tenggang waktu, dia harus belajar. Jangan memutuskan bahwa tanah itu sudah hak miliknya dia. Dan sekarang kami sudah gugat melalui Kasasi putusannya itu," terangnya.

“Jadi mohon diluruskan, sehingga tidak ada terjadi konflik disini,” Imbuhnya.

Dengan adanya dugaan pengerusakan dan penyerobotan hak atas tanah di Dusun Batu Gambir yang dimiliki oleh kliennya, hal itu sudah laporkan ke Polda Bali.

Dengan alasan karena punya alat bukti atas hak yang dimiliki adalah sertifikat yang lama masih berlaku.

"Sedangkan dia belum dapat kekuatan hukum tetap sertifikatnya itu, mendapat keputusan dari tata usaha negara. Apakah itu sah atau tidak. Dan tidak boleh dia melakukan penyerobotan hak seperti itu. Ini pun sudah kita laporkan ke Polda, tinggal menunggu keputusan dari Kasasi. Jika itu sudah dikembalikan haknya ke pemilik sertifikat yang lama, maka orang-orang yang telah melakukan pengerusakan dan pencurian di lahan tersebut, kami akan pidanakan,” pungkas Budi Hartawan.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved