Breaking News:

Berita Badung

Terkait Perkara Korupsi Dana KUR di Bank BUMN, Penyidik Kejari Badung Geledah Koperasi di Tibubeneng

Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.

Istimewa
Penggeledahan di kantor koperasi di Tibubeneng, Badung dipimpin Kasi Pidsus Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menggeledah salah satu kantor koperasi yang berlokasi di Desa Tibubeneng, Badung, Selasa, 18 Mei 2021.

Penggeledahan dilakukan terkait pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada salah satu bank BUMN dengan tersangka Ida Bagus Gede Subamia.

Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.

Penggeledahan dikomandoi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja bersama dengan beberapa jaksa penyidik.

Baca juga: Pemkab Badung Sudah Cairkan THR 2021 Sejumlah Rp 35 Miliar Lebih untuk 7.554 ASN

"Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka mengumpulkan dan mencari alat bukti lain sebagaimana telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Badung tanggal 26 Februari 2021 yang lalu," terang Kajari Badung, I Ketut Maha Agung.

Dari penggeledahan ini telah dilakukan penyitaan terhadap barang berupa 1 bundel arsip pelunasan hutang atas nama Ida Bagus Gede Subamia dan I Ketut Sumertayasa.

Juga uang tunai sejumlah Rp 237.420.200 yang disita dari ketua koperasi, disaksikan oleh Kelian Banjar Dinas Kulibul Kangin serta Kasi Pemerintah Desa Tibubeneng.

"Terhadap benda yang disita selanjutnya akan dipergunakan sebagai barang bukti pemeriksaan maupun persidangan dalam perkara dimaksud," jelas Maha Agung.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Badung menetapkan Ida Bagus Gede Subamia sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan. 

Ida Bagus Gede Subamia ditetap sebagai tersangka dan ditahan terkait tindak pidana korupsi di bank plat merah tempat ia bekerja.

Tersangka yang bekerja pada bagian marketing dan mengurus kredit ini menilep dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Terungkap, uang hasil korupsi digunakan oleh tersangka untuk judi online dan memenuhi kebutuhan pribadinya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved