Berita Jembrana

Antisipasi Jalur Tikus, Petugas Polsek Negara Sisir TPI Pengambengan

Guna mengantisipasi arus balik, petugas Polsek Negara yang dipimpin Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra melakukan penyisiran di Tempat Pele

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Pantauan anggota Polsek Negara untuk antisipasi jalur tikus di TPI Pengambengan, Jembrana, Bali, Rabu 19 Mei 2021 sore kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Guna mengantisipasi arus balik, petugas Polsek Negara yang dipimpin Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra melakukan penyisiran di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan.

Penyisiran dilakukan untuk antisipasi pemudik arus balik yang menggunakan jalur tikus. Antisipasi ini digelar oleh anggota Polsek Negara, Rabu 19 Mei 2021 sore kemarin. 

Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra bersama WakaPolsek AKP H. Eddy Waluyo, memantau ke pesisir pantai Desa Pengambengan dan memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk selalu waspada.

Terutama terhadap masuknya orang maupun barang yang mencurigakan yang diduga masuk melalui jalur tikus.

Baca juga: 7 Orang PPDN Tak Bawa Surat Rapid Antigen Saat Arus Balik, Terjaring di Pos Adipura Tabanan Bali

Kapolsek Negara Gusti Sudarma Putra menyatakan, bahwa di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, antisipasi terhadap para nelayan maupun pendatang yang baru pulang dari melaut atapun kembali dari pulang kampung setelah mudik lebaran, menjadi prioritas di wilayah hukumnya.

Mulai dari pengecekan kelengkapan surat identitasnya, hingga barang bawaan para nelayan.

Kemudian, anggota juga diimbau untuk selalu melaksanakan koordinasi bersama perbekel setempat. 

“Kami minta untuk koordinasi dan menjaga  sinergitas bersama aparatur desa. Sejauh ini pantauan memang masih belum ditemukan. Akan tetapi anggota kami minta tetap waspada,” ucapnya Kamis 20 Mei 2021.

Baca juga: Tim Gabungan Pengetatan Arus Balik di Terminal Mengwi Amankan 5 Kendaraan Tak Miliki Izin Trayek

Dijelaskannya, bahwa selama kegiatan berlangsung terpantau situasi aman terkendali.

Aktivitas warga nelayan masih sepi.

Namun, untuk anggota di lapangan masih diminta untuk berkoordinasi dengan aparat desa, bahkan warga sekitar pesisir.

Ketika ditemukan tindak tanduk mencurigakan, maka diminta untuk segera melaporkan ke pihaknya.

“Kami sinergi dengan aparat desa dan juga warga. Jadi aktivitas mencurigakan akan langsung kami tindak lanjuti untuk menangkal setiap aktivitas yang mencurigakan (pemudik menggunakan jalur tikus),” bebernya. 

Baca juga: Pengetatan Arus Balik di Badung, Semua Kendaraan Diarahkan ke Terminal Tipe A Mengwi

1.900 Orang Masuk-Keluar Gilimanuk

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved