Human Interest Story
Kisah Pilu Balita Asal Buleleng, Perut Dewa Putra Terus Membesar Akibat Kelainan Organ Pencernaan
Akibat penyakit itu, perut buah hatinya yang diberi nama Dewa Putu Surya Adnyana Putra (4) itu membesar hingga seperti balon.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Untuk makan saja, setiap hari Dewa Komang Agus Alit harus mencari belut di sawah-sawah milik warga.
Jika mendapatkan lebih, belut itu sebagian dijual untuk dibelikan beras, dan sisanya lagi untuk dijadikan lauk.
Sementara Jero Kadek hanya bekerja di sebuah warung kecil.
Meski pasutri ini telah berupaya mengobati buah hatinya itu dengan ramuan herbal, nyatanya Putra tetap tidak bisa BAB.
Perutnya kian hari kian membesar, hingga seperti balon.
Kondisi anaknya ini pun akhirnya menarik rasa prihatin sejumlah komunitas sosial, Dinas Sosial Buleleng, hingga Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Buleleng yang juga sebagai istri Bupati Buleleng, Gusti Ayu Aries Sujati.
Mereka mendatangi kediaman pasutri malang itu, pada Kamis 20 Mei 2021 untuk memberikan bantuan.
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Buleleng yang juga sebagai istri Bupati Buleleng, Gusti Ayu Aries Sujati mengatakan, setelah melihat kondisi anak malang tersebut, pihaknya tekah berupaya menggali donasi bersama komunitas-komunitas sosial, agar Putra bisa segera mendapatkan penanganan medis.
Rencananya, Putra akan dibawa ke sebuah klinik yang ada di Buleleng untuk di-rontgen.
"Saat ini KISnya sedang berusaha diaktifkan lagi oleh Dinsos. Sembari menunggu KISnya aktif, berkat kumpulan donasi dari para komunitas, anak ini akan dimasukkan sebagai pasien umum untuk mengetahui kondisinya dulu," jelasnya.
Baca juga: Lahan 1,7 Hektare di Desa Julah Buleleng Disengketakan hingga Mahkamah Agung,Begini Duduk Perkaranya
Sementara Kepala Dinas Sosial Buleleng Putu Kariaman Putra mengatakan, Dewa Komang Agus Alit dan istrinya Jero Kadek Desi sejatinya sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan sudah mendapatkan bantuan jaminan kesehatan KIS APBD, serta BPNT Sembako setiap bulan sebesar Rp 200 ribu.
Namun khusus KIS milik balita malang itu memang sempat di non-aktifkan lantaran saat sudah berumur tiga bulan, orangtuanya tidak melapor.
"Kalau sudah berumur tiga bulan, KIS-nya defitinif. Ada nama dan NIK tersendiri. Sementara kalau masih berumur dibawah tiga bulan, masih menggunakan identitas ibunya. Ini lah yang menyebabkan kenapa KIS milik anak ini sempat di non-aktifkan. Kami sudah mengaktifkan kembali KIS-nya, namun baru bisa aktif mulai bulan depan (Juni,red)," terangnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dewa-komang-agus-alit-dan-istrinya-jero-kadek-desi-menujukan-kondisi-mj.jpg)