Breaking News:

Berita Bangli

PLTS Yeh Mampeh Bantuan Kementerian ESDM Rusak, DPRD dan OPD Bangli Akan Turun Cek Kondisinya

Selain karena listrik dari PLN yang sudah masuk ke desa, alat pembangkit listrik itu juga sudah rusak lantaran dampak banjir bandang pada tahun 2017

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana rapat kerja pimpinan DPRD Bangli bersama sejumlah OPD, Kamis (20/5/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Keberadaan alat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off grid di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani tak lagi berfungsi.

Selain karena listrik dari PLN yang sudah masuk ke desa, alat pembangkit listrik itu juga sudah rusak lantaran dampak banjir bandang pada tahun 2017 silam.

Diketahui alat pembangkit listrik ini, merupakan bantuan dari Kementerian ESDM pada tahun 2012.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian Setda Bangli Dwi Wahyuni mengungkapkan, bantuan PLTS tersebut untuk desa terpencil dan desa mandiri energi yang belum teraliri listrik dengan kapasitas daya 15 KwP.

Baca juga: Warga Subak Yeh Tangga Bangli Akhirnya Punya Jembatan Permanen, Tak Khawatir Lagi Ancaman Terisolasi

Pada tanggal 1 Oktober 2019, ada surat dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi kepada Pemkab Bangli untuk bersedia menerima hibah.

Kendati demikian, pada tanggal 21 Oktober pemda Bangli menyatakan tidak bersedia menerima hibah dengan berbagai pertimbangan.

“Pada tanggal 26 November 2019, Pemda Bangli sudah bersurat ke Kementerian ESDM melaporkan perihal kerusakan PLTS, untuk diberikan perbaikan. Tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ungkapnya dalam rapat kerja pimpinan DPRD Bangli bersama sejumlah OPD, Kamis 20 Mei 2021

Kepala Bagian Aset Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, I Putu Agus Muliawan mengungkapkan, total nilai PLTS Yeh Mampeh sebesar Rp 1,9 miliar.

Sesuai data teknis yang diterima, pada RAB tercatat ada 100 rumah. Namun pada saat pengecekan lapangan, PLTS yang telah terpasang baru 52 unit.

“Itu sekitar tahun 2015 (pengecekan). Dari 52 alat yang terpasang, pada pengecekan saat itu empat rumah telah berhenti menggunakan tenaga surya dan beralih ke PLN. PLTS ini selain untuk rumah-rumah, juga untuk lampu penerangan jalan. Di penerangan jalan, saat kami datang kondisinya kedip-kedip,” ujarnya

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved