Breaking News:

Berita Jembrana

Kisah Setyowati Pedagang Asongan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Ditimpa Pandemi dan Dirayu Sopir

Ditimpa pandemi, ia tetap semangat berjualan untuk menghidupi anak-anaknya walaupun penghasilan yang ia peroleh tidak pasti. 

Penulis: Rizal Fanany | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Setyowati, merapikan barang dagangan berupa kopi instan di dalam Kapal Penumpang di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sabtu 22 Mei 2021. Setahun pandemi ia berusaha keras tetap berjualan meskipun penghasilan yang ia dapat tidak pasti. 

Sudah 10 tahun menjadi anggota asongan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, ia juga memaparkan para pedagang asongan ini dibagi menjadi tiga jenis yakni asongan kopi, nasi, kacamata dan jam tangan.

Namun saat momen mudik ada beberapa pedagang asongan musiman yang bukan anggota.

Sementara itu, Ia beraktivitas mengikuti jam kerja yang sudah diatur komunitas asongan yang ia naungi. 

"Kalau asongan sini ada jam kerjanya loh. Pagi, siang, dan alam. Sudah dibagi kalau saya sampai full pagi sampai malam ambil semua kan kasihan teman yang lainya gak dapat uang," katanya. 

Penghujung Tahun 2020, Polres Klungkung Bagikan Paket Sembako ke Pedagang Asongan di Pura Goa Lawah

Bupati Klungkung Akan Kumpulkan Pedagang Asongan Anak-anak di Klungkung, Coba Lakukan Pembinaan

Sudah berjualan dihampir seperempat umurnya, tentu saja banyak yang dilalui Ibu dari tiga anak ini.

Terdapat banyak suka dan duka ketika ia berjualan asongan di kapal

"Sukanya walaupun ada beban di rumah, kita bisa ketemu teman bersenda gurau. Dukanya kalau sepi gini gak ada pemasukan sama sekali," lanjutnya. 

Menjadi pedagang asongan yang notabenenya banyak bertemu dengan orang-orang, tak jarang membuat Setyowati juga memliki tantangan tersendiri seperti halnya gangguan para sopir atau penumpang yang genit.

Namun ia tetap fokus mencari nafkah dan tak pernah ambil pusing dengan godaan-godaan. 

"Ya ada aja sopir atau penumpang yang genit, tapi walaupun seperti itu kita nolaknya harus sopan meskipun agak risih, Tapi gak banyak sih beberapa saja. Mungkin itu resiko bekerja," pungkasnya. 

Sementara itu, Ia dan pedagang asongan lainnya hanya diperbolehkan berjualan di deck kapal dan tidak diperbolehkan menjajakan dagangan hingga ke atas kapal.

Tentunya semua pihak dan, Setyowati berharap agar pandemi ini berakhir, dan roda perekonomian kembali pulih. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved