Corona di Bali
Sebelum ke Jawa, 214 Santri dari Denpasar Ikuti Rapid Antigen Masal
Sebelum kembali ke Jawa, sebanyak 214 santri mengikuti rapid antigen gratis di Dusun Wanasari, Denpasar Sabtu 22 Mei 2021.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelum kembali ke Jawa, sebanyak 214 santri mengikuti rapid antigen gratis di Dusun Wanasari, Denpasar Sabtu 22 Mei 2021.
Para santri ini akan kembali mengikuti pemondokan pasca lebaran di Sukoharjo.
Kepala Dusun Wanasari, H. Badrus Syamsi mengatakan, pelaksanaan rapid test antigen ini merupakan syarat pelaku perjalanan.
Baca juga: Tiga Kasus Laka Lantas Terjadi di Denpasar, Empat Korban Mendapatkan Penanganan Medis
Sehingga, para santri yang akan melaksanakan pemondokan di Pesantren Sukoharjo diwajibkan untuk mengikuti rapid test antigen.
“Sebelum bulan ramadhan kan sudah balik ke Bali, sekarang mau balik lagi ke Sukoharjo untuk pemondokan, sehingga diwajibkan rapid test antigen untuk memastikan santri sehat dan bebas covid-19,” kata Badrus.
Badrus mengatakan pelaksanaan rapid test antigen massal ini merupakan dukungan dari Pemkot Denpasar.
Baca juga: Penyekatan Arus Balik Lebaran 2021, Petugas Catat Ada 190 Kendaraan Tujuan Denpasar
“Kami berterima kasih kepada semua pihak terutama Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi pelaksanaan test rapid antigen kepada para santri yang akan kembali ke pesantren,” katanya.
Sementara itu, Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya meninjau pelaksanaan rapid test antigen mengatakan hal ini merupakan upaya awal untuk mendeteksi Covid-19.
Sehingga santri ini tidak menjadi pembawa virus ke daerah yang dituju.
Baca juga: Kesulitan Dievakuasi, Bangkai Paus Paruh Burung Terdampar di Pantai Mertasari Sanur Denpasar
“Ini merupakan langkah screening awal sebagai antisipasi bersama, sehingga tidak menjadi carrier penularan saat berangkat,” katanya.
Toya juga mengimbau kepada seluruh santri dan masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi belum selesai.
Baca juga: Tahun Lalu Tak Digelar, Kini Lebaran Ketupat Diadakan Kembali di Pantai Sanur Denpasar
Selain itu, bagi mereka yang telah di rapid test atau divaksin pun masih berpotensi terinfeksi Covid-19, karenanya kewaspadaan harus diterapkan bersama-sama.
“Kembali kami ingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, utamanya menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan, hal ini sebagai kewaspadaan bersama mengingat pandemi belum usai,” katanya. (*)
Berita lainnya di Corona di Bali
