Breaking News:

Berita Kesehatan

Terapi Hiperbarik, Terapi Oksigen untuk Penderita Kencing Manis  

Penyakit diabetes atau kencing manis, merupakan penyakti di mana kondisi tingginya kadar gula dalam darah.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Gambar oleh Tesa Robbins dari Pixabay
Foto ilustrasi diabetes - Terapi Hiperbarik, Terapi Oksigen untuk Penderita Kencing Manis   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penyakit diabetes atau kencing manis, merupakan penyakti di mana kondisi tingginya kadar gula dalam darah.

Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes bisa memicu berbagai komplikasi atau bahkan penyakit kronis yang berakibat fatal. 

Salah satu keluhan yang paling banyak dilaporkan oleh pasien kencing manis yaitu luka di kaki atau di bagian tubuh lain yang susah sembuh.

Luka ini bisa menimbulkan borok dan jika semakin parah maka bagian tubuh tersebut harus diamputasi.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Berikut Ini 5 Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan

Dokter Hiperbarik, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. Anita Devi, M.si, mengatakan salah satu metode pengobatan luka diabetes adalah terapi oksigen hiperbarik (HBOT). 

"Manfaat terapi ini adalah untuk memperbaiki hipoksia (kekurangan oksigen) pada jaringan luka, meningkatkan Aliran darah (perfusi), mengurangi pembengkakan, menurunkan regulasi sitokin radang," paparnya pada, Sabtu 22 Mei 2021.

Baca juga: 7 Menu Buka Puasa Ramadhan Untuk Penderita Diabetes

Selain itu fungsi dari terapi Hiperbarik adalah meningkatkan produksi produksi kolagen, dan pertumbuhan pembuluh darah baru (Angiogenesis) menjadikannya sebagai tambahan yang berguna dalam praktik klinis untuk luka/ulkus penderita diabetes.

HBOT juga bermanfaat untuk mengatasi pengobatan yang sulit akibat kasus infeksi jaringan lunak dan tulang.

Terapi hiperbarik adalah, terapi yang dilakukan dengan pasien menghirup oksigen 100 persen dengan tekanan lebih dari satu atmosfer dalam ruangan Hiperbarik. 

Baca juga: Mulai dari Sering Buang Air Kecil, Berikut 5 Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diperhatikan

"Dan harus dilakukan di dalam camber hipeebarik sehingga tekanan sifat tekanan sistemik," imbuhnya.

Terapi ini awalnya terapi para penyelam yang mengalami penyakit dekompresiasi healness, penyakit karena menyelam, seperti nyeri sendi, kemerahan pada kulit hingga yang paling parah bisa menyebabkan kelumpuhan.

Hal ini disebabkan oleh masih adanya sisa gelembung gas nitrogen yang masih tertinggal di aliran darah.

Karena jika gelembung gas ini tidak dikeluarkan, maka akan menyebabkan kematian pada pasien. (*) 

Berita lainnya di Berita Kesehatan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved