Breaking News:

Berita Denpasar

214 Santri di Denpasar Tes Rapid Gratis, Badrus: Mau Balik Lagi ke Sukoharjo untuk Pemondokan

Sebelum kembali ke Jawa, sebanyak 214 santri mengikuti rapid antigen gratis di Dusun Wanasari

Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Humas Pemkot Denpasar
Rapid antigen gratis bagi 214 santri di Dusun Wanasari, Denpasar, Bali, Sabtu 22 Mei 2021 - 214 Santri di Denpasar Tes Rapid Gratis, Badrus: Mau Balik Lagi ke Sukoharjo untuk Pemondokan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelum kembali ke Jawa, sebanyak 214 santri mengikuti rapid antigen gratis di Dusun Wanasari, Denpasar, Bali, Sabtu 22 Mei 2021.

Para santri ini akan kembali mengikuti pemondokan pasca Lebaran di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Dusun Wanasari, H Badrus Syamsi mengatakan, pelaksanaan rapid test antigen ini merupakan syarat pelaku perjalanan.

Sehingga, para santri yang akan melaksanakan pemondokan di Pesantren Sukoharjo diwajibkan mengikuti rapid test antigen.

Baca juga: Sebelum ke Jawa, 214 Santri dari Denpasar Ikuti Rapid Antigen Masal

“Sebelum bulan Ramadan kan sudah balik ke Bali. Sekarang mau balik lagi ke Sukoharjo untuk pemondokan, sehingga diwajibkan rapid test antigen untuk memastikan santri sehat dan bebas covid-19,” kata Badrus.

Badrus mengatakan, rapid test antigen massal ini merupakan dukungan dari Pemkot Denpasar.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi pelaksanaan tes rapid antigen kepada para santri yang akan kembali ke pesantren,” katanya.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Denpasar, I Made Toya meninjau pelaksanaan rapid test antigen mengatakan, hal ini merupakan upaya awal untuk mendeteksi Covid-19.

Sehingga santri ini tidak menjadi pembawa virus ke daerah yang dituju.

“Ini merupakan langkah screening awal sebagai antisipasi bersama, sehingga tidak menjadi carrier penularan saat berangkat,” katanya.

Baca juga: Pemkab Banyuwangi Sediakan Fasilitas Swab Antingen Gratis Untuk Para Santri yang Kembali ke Ponpes

Toya mengimbau kepada seluruh santri dan masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi belum usai.

Selain itu, bagi mereka yang telah dites rapid atau divaksin pun masih berpotensi terinfeksi Covid-19, karenanya kewaspadaan harus diterapkan bersama-sama.

“Kembali kami ingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, utamanya menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Hal ini sebagai kewaspadaan bersama mengingat pandemi belum usai,” katanya. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved