Breaking News:

Israel

Konvoi Pertama Bantuan Kemanusiaan Tiba di Gaza, Warga Israel Keluar dari Tempat Perlindungan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pembentukan koridor khusus bagi warga yang luka-luka untuk dievakuasi.

Editor: DionDBPutra
MOHAMMED ABED / AFP
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain mengibarkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza pada 20 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GAZA- Hanya beberapa jam setelah gencatan senjata konvoi pertama bantuan kemanusiaan tiba di Kota Gaza Palestina.

Warga Palestina yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah, sebagian di antara mereka melihat tempat tinggal yang sudah hancur.

Pejabat setempat menyatakan perlu bertahun-tahun untuk melakukan rekonstruksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pembentukan koridor khusus bagi warga yang luka-luka untuk dievakuasi.

Baca juga: Joe Biden Janji Bangun Ulang Gaza akibat Konflik Israel-Palestina dan Menciptakan Negara Palestina

Baca juga: 10 Fakta & Kronologi Konflik Israel-Palestina, dari Masjid Al-Aqsa Diserang hingga Gencatan Senjata

Sejak pecah pertempuran antara milisi Hamas melawn militer Israel 10 Mei 2021, lebih dari 250 orang tewas. Sebagian besar di Gaza. Baik Israel maupun Hamas saling mengeklaim kemenangan.

Di wilayah Israel selatan, a warga turut merayakan gencatan senjata, namun banyak yang khawatir bahwa konflik sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

Truk-truk dari berbagai lembaga bantuan, termasuk yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), telah berdatangan dengan membawa barang-barang kebutuhan medis, pangan, dan bahan bakar ke Gaza, setelah Israel membuka pos perlintasan Kerem Shalom.

Menurut catatan, lebih dari 100.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka di Gaza, yang dikuasai kelompok Hamas, dan hampir 800.000 orang kini tidak memiliki akses ke air bersih, ungkap badan PBB urusan anak-anak Unicef.

Kalangan pejabat Palestina mengatakan butuh jutaan dolar untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang hancur, apalagi kini penduduk tengah dikhawatirkan dengan pandemi Covid-19.

Margaret Harris, juru bicara WHO, menyerukan segera dibuka akses bagi pasokan medis dan tenaga kesehatan ke Gaza, karena fasilitas kesehatan di wilayah itu berisiko dipenuhi oleh ribuan warga yang luka-luka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved