Breaking News:

China

Lomba Lari di China Jadi Ajang Mematikan,Sebanyak 21 Pelari Tewas karena Cuaca Ekstrem

Al Jazeera melaporkan, hujan es, batu hujan es, dan angin kencang tiba-tiba terjadi di jalur tertinggi lomba ultramarathon tersebut.

Editor: DionDBPutra
Video AFP Tangkap Layar news.com.au Youtube
Korban lari ultramarathon di Gansu, China. Sebanyak 21 orang pelari meninggal karena terkena cuaca ekstrem. 

TRIBUNNEWS.COM - Lomba lari di China berubah menjadi ajang yang mematikan karena cuaca ekstrem yang tiba-tiba muncul. Sebanyak 21 pelari tewas mengenaskan.

Al Jazeera melaporkan, hujan es, batu hujan es, dan angin kencang tiba-tiba terjadi di jalur tertinggi lomba ultramarathon tersebut.

Lomba ultramarathon di Gansu tersebut merupakan ajang lintas negara 100 km yang berlangsung di Yellow River Stone Forest, dekat Kota Baiyin.

Lomba lari dimulai tengah hari (04:00 GMT) pada Sabtu 22 Mei 2021. Demikian menurut pejabat terkait dalam pengarahan pada Minggu 23 Mei 2021.

Baca juga: Gedung SEG Plaza di China Bergetar Padahal Tidak Ada Gempa, Pengunjung Berhamburan

Baca juga: Militer China Akui Alami Kesulitan Mengangkat Anjungan dan Buritan KRI Nanggala 402

Wali kota Baiyin, Zhang Xuchen mengatakan cuaca mendadak sangat buruk dan mematikan.

"Sekitar tengah hari, cuaca buruk tiba-tiba terjadi di antara 20-30 km di area dataran tinggi perlombaan."

"Dalam waktu singkat, batu hujan es, dan hujan es tiba-tiba turun di daerah setempat, dan ada angin kencang."

"Suhu turun tajam," kata Zhang Xuchen.

Beberapa peserta mengirim pesan kepada pihak penyelenggara soal kondisi mereka.

Penyelenggara marathon langsung mengirim tim penyelamat dan berhasil mengevakuasi 18 peserta.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved