Breaking News:

Berita Badung

Jerit Kusir Dokar Wisata di Pantai Kuta Bali, Pandemi Jadi Titik Nadir Mencari Pundi-pundi

Mahsun adalah satu dari sekitar 6 kusir dokar yang biasanya mangkal di Pantai Kuta.,Dia biasa ditemui persis di areal parkir motor di pantai Kuta.

Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Penumpang pertama dokar wisata milik Pak Mahsun di Pantai Kuta Bali Minggu 23 Mei 2021 

Selain untuk terus berharap ada yang menaiki dokarnya, ia juga tidak tahan mendengar ringkikan kudanya jika tidak ada aktivitas.

Bahkan beberapa bulan lalu ketika akses pantai Kuta ditutup untuk publik Ia mengatakan hal tersebut sangat berdampak pada dirinya.

Selama penutupan itu, Ia tidak melakukan aktivitas apa-apa.

"Kalau tidak dapat bantuan-bantuan sembako itu, bisa-bisa kelaparan," cerita pria itu sambil menghisap rokok di tangannya. 

Ia menghitung biaya hidup keluarga beserta kudanya bisa mencapai sekitar 4 juta rupiah per bulan. Kondisi pandemi seperti ini membuat dia sangat terbebani. 

"Kalau dihitung, sebulan bisa 4 juta biaya hidup sama kuda, trus ndak ada kerjaan, itu bagaimana coba?" keluh pria 4 anak tersebut.

Jika benar-benar tidak ada biaya untuk membeli pakan kuda.

Dia akan pergi langsung untuk mengarit rumput untuk pakan kudanya.

"Di Denpasar masih ada buat ngarit rumput, tapi jauh-jauh, harus pakai sepeda motor," jelasnya.

45 Tahun Menjadi Kusir Dokar, Ketut Nedeng Tetap Setia meski Hasil Tak Menentu

Bentuk Rasa Hormat Kepada Sejarah, Golkar Serahkan Ratusan Paket Sembako ke Kusir Dokar Denpasar

Lebih lanjut, ia berharap kondisi bisa segera normal kembali. 

"Ya semoga bisa normal kembali lah, kondisi normal saja biar ndak sepi dan bisa lebih banyak calon penumpangnya" harapnya.

Kusir Dokar Wisata seperti pak Mahsun mungkin merupakan satu dari sekian banyak jeritan-jeritan yang tidak terlalu terdengar di tengah badai pandemi yang belum berlalu.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved