Breaking News:

Berita Bali

Marshaller Telah Berikan Signal Stop, Pesawat Batik Air Masih Bergerak Hingga Menabrak Garbarata

Petugas pemandu telah memberikan signal Stop pada posisi Stop Bar, agar pesawat berhenti pada Stop Bar tersebut dan Pilot juga telah memberikan Signal

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Istimewa
Engine Pesawat Batik Air Tabrak Garbarata Bandara Ngurah Rai Bali, Begini Kronologinya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pesawat Batik Air ID-6506 dengan nomor registrasi PK-LUV yang menabrak garbarata di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu 22 Mei 2021 pagi kemarin ternyata setelah dari Denpasar akan melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo NTT.

Perjalanan lanjutan Batik Air PK-LUV dari Denpasar menuju Labuan Bajo dengan nomor penerbangan ID-6331 pun tidak dapat dilakukan karena armada tersebut di grounded untuk proses investigasi.

Penerbangan ID-6331 pun ditunda hingga pesawat pengganti tiba, dan pesawat Batik Air dengan registrasi PK-LZP baru tiba dan melakukan penerbangan rute Denpasar menuju Labuan Bajo baru dapat dilakukan sore hari.

Hal tersebut didapatkan tribunbali.com, Minggu 23 Mei 2021 dari informasi yang berbagai sumber yang tidak dapat disebutkan.

Ground handling yang menangani Batik Air PK-LUV di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali adalah PT Enggang Angkasa Semesta (EAS).

Pesawat Batik Air Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai, Manajemen: Pesawat Laik Terbang & Operasi

Pesawat Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai Bali, Batik Air ID-6506 Kini di Grounded

Dari keterangan sumber dilapangan disampaikan bahwa pada saat pesawat taxi in dan dipandu parkir oleh Marshaller (petugas pemandu) dan diarahkan untuk memasuki parkir pesawat di bay atau apron A-38. 

Petugas pemandu telah memberikan signal Stop pada posisi Stop Bar, agar pesawat berhenti pada Stop Bar tersebut dan Pilot juga telah memberikan Signal Break Set kepada pemandu. 

"Namun ketika pemandu sudah memberikan signal balasan ke Pilot, pesawat masih bergerak dengan sendirinya sehingga menabrak garbarata. Dengan kejadian tersebut menyebabkan engine bagian atas pesawat robek dan berlubang," ungkap sumber kepada tribunbali.com.

Menurut sumber tersebut, saat ini tim dari Otoritas Bandara Wilayah IV sedang melakukan koordinasi untuk melakukan Investigasi secara menyeluruh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved