Breaking News:

Terusan Suez

Pemilik Kapal Ever Given Berbalik Menuduh Otoritas Terusan Suez Bersalah dalam Insiden Maret Lalu

Tuduhan yang disampaikan oleh pengacara pihak pemilik kapal tersebut, diajukan di tengah sengketa hukum mengenai kompensasi.

Editor: DionDBPutra
AFP/Suez CANAL
Foto yang dirilis Otoritas Terusan Suez pada 26 Maret 2021 menunjukkan kapal keruk coba membebaskan MV Ever Given (Evergreen) milik Taiwan yang kandas. Kapal sepanjang 400 meter dan lebar 59 meter itu tersangkut ke samping sehingga menghalangi semua lalu lintas di seberang jalur air Terusan Suez Mesir. 

TRIBUN-BALI.COM, SUEZ - Anda masih ingat krisis Terusan Suez? Kabar terbaru menyebutkan pemilik kapal kontainer Ever Given berbalik menyalahkan Otoritas Terusan Suez (SCA) atas insiden yang memblokade Terusan Suez Mesir selama berhari-hari pada Maret 2021 lalu.

Tuduhan yang disampaikan oleh pengacara pihak pemilik kapal tersebut, diajukan di tengah sengketa hukum mengenai kompensasi.

Kantor berita Reuters melaporkan pengacara yang bertindak atas perusahaan itu menilai SCA yang bersalah karena memberikan izin untuk kapal Ever Given memasuki kanal. Padahal kala itu cuaca tidak bersahabat.

“Padahal, ketika itu kondisi cuaca yang buruk,” kata Ahmed Abu Ali, perwakilan dari tim hukum Kapal Ever Given yang dimiliki perusahaan Jepang Shoei Kisen Kaisha, melansir Business Insider pada Minggu 23 Mei 2021.

Baca juga: Kapal Ever Given Tertahan Lagi di Danau Buatan Suez, Harus Bayar Denda Rp 14,5 Triliun

Baca juga: Mengenal Sosok Marwa Elselehdar, Kapten Kapal yang Disalahkan dalam Krisis Terusan Suez

Jurnalis Reuters melaporkan ada rekaman dari kapal yang diberikan ke pengadilan. Isinya menunjukkan ketidaksepakatan antara pilot SCA dan pusat kendalinya.

Kedua pihak saat itu sempat berdebat mengenai apakah kapal itu harus melewati kanal saat itu atau tidak.

Pengacara yang mewakili Shoei Kisen Kaisha mengatakan, kapal itu seharusnya didampingi oleh setidaknya dua kapal tunda. Kalau itu yang dilakukan maka insiden Ever Given bisa dicegah.

Gambar satelit selebaran ini milik Cnes 2021 yang dirilis pada 25 Maret 2021 oleh Airbus DS menunjukkan kapal kontainer MV Ever Given (Evergreen) milik Taiwan menghalangi semua lalu lintas di Terusan Suez Mesir.
Gambar satelit selebaran ini milik Cnes 2021 yang dirilis pada 25 Maret 2021 oleh Airbus DS menunjukkan kapal kontainer MV Ever Given (Evergreen) milik Taiwan menghalangi semua lalu lintas di Terusan Suez Mesir. (Cnes2021, Distribusi Airbus DS / AFP)

"Tetapi ini tidak terjadi." Perusahaan Jepang tersebut meminta 100.000 dolar AS atau setara Rp 1,4 miliar sebagai kompensasi awal atas kerugian yang terkait dengan penahanan kapal.

Pejabat di Mesir telah menuntut pemilik kapal membayar kompensasi 600 juta dolar AS atau Rp 8,6 triliun untuk gangguan yang disebabkan oleh penyumbatan.

Tuntutan itu sudah diturunkan dari permintaan awal pejabat Mesir yang meminta kompensasi sebesar 916 juta dolar AS atau Rp 13,1 triliun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved