Terbaru, Sriwijaya Air Beri Opsi bagi Karyawan untuk Mengundurkan diri

Maskapai Sriwijaya Air tengah mengalami kesulitan keuangan akibat wabah virus covid-19 yang berkepanjangan.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pesawat Sriwijaya Air saat hendak lepas landas dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Maskapai Sriwijaya Air tengah mengalami kesulitan keuangan akibat wabah virus covid-19 yang berkepanjangan.

Pihaknya merumahkan dan mempersilahkan karyawannya untuk mengundurkan diri (resign).

Pasalnya perusahaan tidak bisa mempertahankan kinerja di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan dokumen internal memo yang salinannya diterima KONTAN Senin (24/5), pihak manajemen menyatakan akibat pandemi Covid-19, likuiditas perseroan semakin menurun.

Baca juga: Garuda Indonesia Babak Belur Dihajar Pandemi & Larangan Mudik, Asosiasi Pilot Tolak Pensiun Dini

"Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang saat ini mengalami likuiditas semakin menurun akibat wabah virus Covid-19 berkepanjangan yang berdampak pada menurunnya operasional Perusahaan," tulis dalam memo yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Anthony Raimond Tampubolon dalam keterangan yang ditandatangani Jumat (21/5/2021).

Lebih jauh, dalam keterangan yang sama manajemen Sriwijaya Air menyebutkan dalam proses merumahkan karyawan, pihaknya berkomitmen memanggil kembali karyawan kalau operasional pesawat sudah bertambah.

Baca juga: Terungkap, Utang Garuda Indonesia Rp 70 Triliun, Setiap Bulan Bertambah Rp 1 Triliun

Adapun poin yang disebutkan antara lain adalah Sriwijaya Air akan memberikan kebijakan uang pisah bagi karyawan yang sedang dirumahkan baik pegawai tetap maupun PKWT yang bermaksud mengundurkan diri. Besaran uang pisah bergantung masa kerja karyawan.

Lalu, bagi karyawan yang bekerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari 3 tahun diberikan uang pisah 1 bulan gaji.

"Sedangkan karyawan yang bekerja lebih dari 3 tahun dan di bawah 6 tahun diberikan uang pisah 2 bulan gaji. Selanjutnya untuk karyawan yang bekerja di atas 6 tahun akan diberikan uang pisah 3 bulan gaji," lanjut manajemen.

Sriwijaya Air juga membebaskan biaya penalti kontrak kerja tetapi tidak termasuk pinjaman dana perusahaan bagi karyawan yang disetujui permohonan pengunduran dirinya.

Perseroan juga mengubah kebijakan pengupahan kepada karyawan yang sedang dirumahkan dari imbal jasa 25% menjadi 10% dari gaji pokok.

Direksi dan jajaran manajer diminta segera menginformasikan kebijakan itu kepada para karyawan baik secara langsung maupun secara online.

Kebijakan yang diambil manajemen Sriwijaya Air tersebut berlaku sejak surat ini dikeluarkan sampai ada pemberitahuan berikutnya.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan Judul
Terpukul pandemi, Sriwijaya Air mempersilahkan karyawannya mengundurkan diri

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved