Bisnis

Hingga 11 Mei 2021, BI Bali Catat Terdapat 217.936 Merchant yang Menggunakan QRIS

Menurutnya jumlah ini meningkat sebesar 754 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang tercatat sebesar 25.493 merchant.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Karsiani Putri
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho ketika dijumpai dalam acara Launching Penggunaan QRIS dan Virtual Account di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa 25 Mei 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menuturkan bahwa secara keseluruhan hingga 11 Mei 2021, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi Bali mencapai 217.936 merchant.

Menurutnya jumlah ini meningkat sebesar 754 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang tercatat sebesar 25.493 merchant.

”Sehubungan dengan itu, untuk merespons semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat, per 1 Mei 2021 Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan menaikkan nominal transaksi QRIS dari Rp 2 Juta per transaksi menjadi Rp 5 juta per transaksi,” kata Trisno Nugroho ketika dijumpai dalam acara Launching Penggunaan QRIS dan Virtual Account di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa 25 Mei 2021.

Menurutnya, QRIS sendiri selain mendukung penerapan protokol kesehatan dan mempermudah transaksi pembayaran, juga memberikan manfaat lainnya.

Baca juga: Diklaim Cepat, Mudah, Murah, dan Aman, 206.811 Merchant di Bali Telah Rasakan Manfaat QRIS

Seperti salah satunya bagi pengelolaan rumah sakit seperti transparansi, transaksi tercatat langsung, efisien, serta mengurangi biaya pengelolaan uang tunai.

Hal ini mengingat Rumah Sakit merupakan tempat terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sangat rentan terhadap penyebaran virus sehingga penerapan protokol tatanan kehidupan era baru yang sesuai menjadi suatu keharusan.

”Penerapan protokol tatanan kehidupan era baru tersebut tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi perlu diperluas pada semua ekosistem penyelenggaraan operasional rumah sakit.

Termasuk diantaranya adalah kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran yang meminimalisir kontak fisik atau bersifat contactless seperti QRIS yang juga merupakan sarana pembayaran berbasis digital yang cepat, mudah, murah, aman dan handal,” ungkap Trisno Nugroho. (*)

Artikel lainnya di Bisnis

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved