Breaking News:

Berita Gianyar

Industri Baju Barong Khas Bali Terseok Akibat Pandemi, Parwata: Yang Penting Bisa Menyambung Hidup

“Sekarang order sangat sedikit. Biasanya dipesan pengepul dan diserahkan ke pasar seni. Sekarang hanya mengandalkan orderan, itupun sedikit"

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Pembuatan baju barong di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali, Selasa 25 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selama sepinya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bali, dampak pandemi covid-19, industri souvenir khas Bali, seperti baju barong, kini mengalami keterpurukan.

Hak tersebut tak bisa dihindari, lantaran industri tersebut selama ini, hanya menyasar kunjungan wisatawan.

Di Kabupaten Gianyar, pusat pembuatan kerajinan baju barong ini, berada di Kelurahan Beng, Kabupaten Gianyar.

Dimana di sini, pembuatan baju barong tersebut berbasis industri rumah tangga. 

Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa 25 Mei 2021, selama ini, baju barong sebagai ciri khas sovenir khas Bali ini, dijajakan di semua pasar seni di Bali.

Nyanyi Sunyi Penjaja Jasa Tato Temporer di Pantai Kuta, Bisa Seminggu Tanpa Pelanggan Akibat Pandemi

Pengusaha di Bali Tetap Bayar THR, Walau Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19

Bukan hanya dibeli para wisatawan, tetapi tidak sedikit juga masyarakat luar Bali yang mencari kerja di Bali.

Dimana ketika mereka akan kembali ke kampung halamannya, misalnya di Jawa, biasanya mereka membeli baju barong dengan jumlah banyak.

Lalu, baju tersebut dijual di kampung halamannya. 

Tentunya, dengan harga dua lebih murah dari harga pasaran yang sekitar Rp 30 ribu per buah.

Bahkan tak sedikit, yang mengaku menjual mencapai 100 persen dari harga biasanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved