Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: Berkas Perkara Mark-up Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, dalam kasus dugaan mark-up ini penyidik membagi berkas perkaranya menjadi enam

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
JPU Kejaksaan Negeri Buleleng saat melimpahkan berkas perkara kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE ke Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (25/5/2021) 

Sementara terkait barang bukti yang telah diamankan, tidak mengalami perubahan, yakni berupa uang tunai sekitar Rp 602 juta, dari jumlah kerugian negara ditafsir sebesar Rp 789.108.876.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara ini ke Pengadilan Tipikor, maka delapan tersangka itu kini menjadi status tahanan hakim.

"Nanti hakim akan melakukan penetapan, delapan tersangka ini akan ditahan dimana, apakah tetap di Lapas Singaraja, atau dipindahkan ke Denpasar. Kami tinggal melaksanakan saja nanti," tutupnya.

Seperti diketahui, delapan pejabat Dispar Buleleng diduga melakukan mark-up program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, yang dananya bersumber dari dana hibah pariwisata.

Baca juga: UPDATE: Berkas Perkara Kasus Dugaan Mark up Explore Buleleng Dinyatakan Lengkap

Mereka ditetapkan sebagai tersangka sejak 11 Februari lalu, dan dilakukan penahanan pada 17 Februari. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved