Penemuan Mayat di Denpasar

Terkait Penyelidikan KIPI di Kota Denpasar, dr. Suarca Katakan Hasilnya Akan Diumumkan Komnas KIPI

Komda KIPI Kota Denpasar, dr. Kadek Suarca mengatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Terkait Penyelidikan KIPI di Kota Denpasar, dr. Suarca Katakan Hasilnya Akan Diumumkan Komnas KIPI 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkait jenazah yang diduga terkena KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dengan atas nama Muhammad Abdul Malanua di Jalan Pulau Sebatik, Dauh Puri Kelod, Denpasar, Bali, Tim KIPI Kota Denpasar adakan penyelidikan lebih lanjut.

Ketika dikonfirmasi, Komda KIPI Kota Denpasar, dr. Kadek Suarca mengatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi.

"Masih di investigasi dulu oleh tim," ungkapnya, Selasa 25 Mei 2021.

Ia juga berharap semoga hasil dari penyelidikan terkait kasus KIPI ini bisa secepatnya segera terungkap.

Baca juga: Tim KIPI Denpasar Selidiki, Terkait Abdul yang Meninggal Diduga Setelah Vaksin Covid-19

"Diharapkan secepatnya kan harus dibahas oleh para expert di Komda dan Komnas," lanjutnya.

Sementara itu, dr. Suarca juga mengatakan, nantinya yang akan mengumumkan hasil penyelidikan KIPI di Provinsi Bali adalah Komnas KIPI yang terakhir.

Tim KIPI Kota Denpasar Lakukan Penyelidikan Jenazah Abdul yang Meninggal Diduga Usai Vaksin Covid-19

Pasca ditemukannya jenazah diduga terkena KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dengan atas nama Muhammad Abdul Malanua di Jalan Pulau Sebatik, Dauh Puri Kelod, Denpasar, Tim KIPI Kota Denpasar adakan penyelidikan. 

Ketika ditemui, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Sri Armini mengatakan bahwa Tim KIPI Kota Denpasar sudah turun ke lokasi langsung. 

"Jadi kita sudah turun dilapangan mulai tadi sore sampai tadi pagi, jadi untuk melihat kronologis serta Batch vaksin dalam kasus ini," ungkapnya pada, Selasa 25 Mei 2021.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, memang segala sesuatu yang terjadi 1 sampai 30 hari setelah vaksin merupakan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) baik yang bersifat ringan hingga sedang. 

"Kalau ada yang seperti itu misalkan ada keluhan yang ringan seperti bengkak ada terasa Kemeng di tangannya atau ada keluhan lain sudah disediakan contact person yang harus dihubungi, dan ada di kartu vaksinasi," tambahnya. 

dr. Armini juga menambahkan, dan jika contact person sudah dihubungi harus ditindak lanjuti. Sementara untuk kasus ini, diakui dr. Armini memang yang bersangkutan tidak ada menelpon petugas. 

Baca juga: Ketua KIPI Pastikan Tak Ada yang Meninggal Akibat Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved